Touring dengan Mudik beda sensasi


Minggu siang 28 Agustus kemarin, saya juga ikut-ikutan mudik. Tidak seperti saudara kita yang lain yang mudik dalam jarak yang jauh, saya hanya mudik jarak dekat. Yup, Kediri-Madiun, sekitar 85-105 km saja jaraknya.

padat di Jalur Awar-awar

padat di Jalur Awar-awar


Rencana berangkat jam 8 pagi menjadi molor menjadi jam 10.30 akibat rasa ngantuk.hehe.. Maklumlah hari minggu terbiasa molor tidur abis sholat subuh.

Berangkat dari Pare, 2 motor yaitu Scorpio dan Honda prima menuju ke kota Kediri. Prima dititipkan ke rumah kakak yang akan mudik keesokan hari dengan mobil. Saya dan adik mampir dulu ke rumah calon mertua saya untuk pamitan di daerah Lirboyo. Selepas itu kita melaju melewati jalur Mrican, Banyakan, Grogol, Pace, Loceret dan istirahat untuk sholat dhuhur di Masjid Jami’ Nganjuk. Kesempatan ini juga saya pakai untuk meliat arus mudik melalui FB RTMC jatim dan FB Radio Suara Surabaya via Blacberry saya. sayang, Google Latitudenya nggak bisa, sehingga keluarga hanya bisa memantau perjalanan saya lewat sms/BBM.

pantau arus jalan setiap saat

pantau arus jalan setiap saat


Di beberapa titik, semisal di pasar Mrican, kediri dan pasar Grogol, Kediri terlihat keramaian orang yang berbelanja untuk persiapan Idul Fitri. keramaian pun terjadi di wilayah pasar banyakan yang saat saya lewat kemarin mulai ramai dengan penjual Mangga-nya. Mangga lokal Banyakan yang warnanya kuning menyala sudah mulai banyak dijajakan. Monggo mampir dalam bulan ini, mumpung lagi musimnya nih..

Memasuki jalur selepas Polres Nganjuk, suasana kemacetan sudah mulai terlihat. Kemacetan lebih terjadi karena banyaknya mobil pribadi yang melakukan aktivitas mudik. saya yang pakai motor, ambil jalur memotong ke kiri, melewati Lokalisasi Guyangan (hihihihi…), tembus di timbangan. Disini kembali menemui kemacetan.

bus SK dan Innova yang juga masuk jalur median di Awar-awar.

bus SK dan Innova yang juga masuk jalur median di Awar-awar.


Walhasil, selama jalur Guyangan sampai Wilangan, Si Pio lebih banyak lewat median jalan yang berbatu. Untung monoshocknya baru diganti. dengan dua oranng yang bebrbeban total sekitar (68+50=118kg) dan velg gambot, si Pio empuk saja melehap jalur jelek tersebut.

selama perjalanan saya tetap menjadi rider utama, maklum saya nggak pede bila stir dipegang adik saya. Co-rider melakukan beberapa kali shot/pengambilam gambar dengan kamera untuk artikel ini.

walaupun, jalur tersebut adalah jalur yang biasa/sering saya lewati. namun rasanya bener-bener beda. Ketika setiap harinya harus muter dari Pare-malang-Pasuruan-Bangil-gempol-Mojokerto, atau jalur Pare-jombang-lamongan-tuban-Bojonegoro, tetap rasanya berbeda. Sensasi rasa Mudik sangat berbeda dengan sensasi rasa ketika Touring dalam rangka kerja.

Bagaimana sensasi dan cerita mudik bro sekalian??

This entry was posted in adventure, Honda astrea Prima, Nganjuk, scorpio, transportasi. Bookmark the permalink.

21 Responses to Touring dengan Mudik beda sensasi

  1. TDF says:

    memang beda touring mengutamakan perjalanan kalo mudik utamakan sampai tujuan (menurut saya)

    Like

  2. Sensasi yo pasti beda jauh , resiko koyoke lbh besar saat riding mudik akeh sing asal nyruntul

    Like

  3. kang_ulid says:

    tp enanknya bnyj tmennya…

    Like

  4. Dismas says:

    domisilio di mana mas bro?

    Like

  5. boerhunt says:

    jelas beda bro.. mudik itu nikmatnya kalo udah sampai di udik..kalo turing itu nikmatnya emang selama riding diperjalanan..

    nitip masbro..
    http://boerhunt.wordpress.com/2011/09/04/antara-spare-part-ori-vs-third-party-part-kasus-pulsar-series/

    Like

  6. si oom says:

    kalo saya malah ga nyaman oom, terlalu rame. ga bisa nikmatin perjalanan. meleng sedikit bikin celaka😦

    Like

  7. babad150f says:

    masbro..saya minta pencerahan rute dari pasuruan-bangil-gempol-mojokerto
    Jalur ini yg membuat saya bingung setiap turing dari banyuwangi ke kediri..
    Terimakasih sebelumnye🙂

    Like

    • touringrider says:

      Bingung disebelah mananya bro? Bangil-mojokerto mungkin? Klo saya boleh saran : bangil-gempol-japanan-ngoro mojokerto-mojokerto terminal- belok kiri ke arah trowulan-tembus jombang

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s