Pulang Lewat Kebun Margomulyo


Kabut tebal menyelimuti udara pagi ketika saya berkendara dari Simpang Lima Gumul ke arah Kelud. Memasuki desa Bangkok, geliat pagi hari di pasar setempat sudah terlihat.. Ibu-ibu bersemangat berbelanja sayur mayur dan bahan yang akan mereka masak untuk keluarga walau tebalnya kabut menusuk kulit.

Pasar Bangkok, Plosoklaten

Pasar Bangkok, Plosoklaten


Alhamdulillah, memasuki Pasar Dermo sekitar pukul 07.00 wib, mentari menunjukkan sinar hangatnya. Berjalan pelan ke timur meuju perkebunan sepawon. Setelah masuk Badek, saya belok ke kanan, menuju arah kebun. Air hujan sehari sebelumnya masih melekat di jalanan tanah. Hingga supra harus masuk ke kubangan lumpur untuk melewatinya.

Badek, Sepawon, Kediri

Badek, Sepawon, Kediri

Disinilah dulur, saya menyibukkan diri. Menghabiskan waktu mengerjakan tugas dari kantor. Yup mengurusi tanaman. Dari mulai membantu tanam, pemupukan dan penyemprotan fungisida untuk mencegah jamur yang bisa membunuh tanaman. Sampai jam 14.00 ketika semua teman-teman pekerja saatnya pulang. Saya pun ikut bersiap pulang. Kali ini saya diajak mandor saya melewati jalur Margomulyo.

Amazing tentunya, kami melewati jalanan berpasir dan berbatu, beberapa kali saya harus menyesuaikan gas, rem dan keseimbangan motor agar tidak terjatuh di jalanan berpasir. Saya selingi do’a dan uluk salam kepada penunggu jalur ini. Makmlum konon katanya sering terlihat ular besar penunggu wilayah ini.

tambang pasir margomulyo

tambang pasir margomulyo


Di satu titik saya berhenti karena kagum dengan suatu lubang besar di depan saya. Yup lubang besar yang memotong jalur kami dan memaksa kami berbelok. Ternyata lubang tersebut adalah tambang pasir. Wihh.. jauh dibawah sana ada bapak-bapak pekerja yang sedang beristirahat di bawah gua-gua dan tingginya tebing. Ngeri, membayangkan jika terjadi longsor, bagaimana nasib mereka?? Namun, merena nampaknya sudah terbiasa dengan hal ini. sayapun melanjutkan perjalanan.
IMG_20150202_123949
IMG_20150202_125029
Kami menyusuri jalanan truk pengangkut pasir tadi dan tentu jalan yang biasa dipakai para pekebun. Terhampar di kanan kiri tanggul yang tinggi.. Yupss. kami sebenernya melewati jalur lahar dingin, dan bahaya lahar dingin bisa menyergap kapan saja. Saya terus berdoa semoga perjalnan kami lancar.

Kami memasuki areal hutan yang teduh.. Hutan Lindung Djengkol.. Aura tenang muncul. Tetap tenang berdoa dan menikmati segarnya udara. Dan alhamdulillah.. akhirnya kamipun sampai di jalan raya Plosoklaten-Wates/ Djengkol.

IMG_20150202_125307

This entry was posted in adventure, humaniora, kediri and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Pulang Lewat Kebun Margomulyo

  1. ochimkediri says:

    waduh mas dalanmu kok medeni ngunu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s