Enam Produsen Ban Bermain Kartel Harga


well kapan hari membaca kompas ada berita mencengangkan. sebagai berikut : (dimana berita dibawah ini bukan saya ambil dari kompas namun dari Detik yang inti isinya tetap sama.

Jakarta -Produsen ban PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) menjadi salah satu perusahaan yang kena denda Rp 25 miliar dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena dianggap melanggar Pasal 5 Undang-undang (UU) Antimonopoli.

KPPU menjatuhkan denda maksimum sebesar Rp 25 miliar kepada 6 produsen ban dalam negeri termasuk Goodyear Indonesia.

Sekretaris Perusahaan Goodyear Indonesia Agus Setiyanegara mengaku belum menerima salinan surat keputusan tersebut.

“Kita belum dapat salinan surat keputusannya,” katanya kepada detikFinance, Kamis (8/1/2015).

Atas keputusan tersebut, Agus mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan apapun terkait langkah yang akan dilakukan perseroan ke depan termasuk mengajukan banding.

“Tidak tahu, baru semalam tahu, jadi belum tahu (banding atau nggak),” ujar dia.

Sebagai informasi, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan denda maksimum sebesar Rp 25 miliar kepada 6 produsen ban dalam negeri. Enam perusahaan ini dianggap melanggar Pasal 5 Undang-undang (UU) Antimonopoli.

enam perusahaan tersebut adalah PT Bridgestone Tire Indonesia, PT Sumi Rubber Indonesia, PT Gajah Tunggal (GJTL), PT Goodyear Indonesia (GDYR), PT Elang Perdana Tyre Industry, dan PT Industri Karet Deli.

“KPPU menghukum para terlapor untuk membayar denda sebesar Rp 25 miliar dan harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha,” tulis KPPU dalam situs resminya, Kamis (8/1/2015).

Enam produsen ban itu terbukti melakukan kartel selama periode 2009 – 2012. KPPU menemukan fakta dalam rapat presidium Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) dalam kurun waktu 2009 sampai dengan 2012 yang mengindikasikan adanya kesepakatan untuk menahan produksi dan mengatur pengaturan harga.

Fakta lain, pada rapat Sales Director APBI Desember 2008 yang disampaikan dalam rapat presidium tanggal 21 Januari 2009, diperoleh kesimpulan “Anggota APBI jangan melakukan banting membanting harga,” jelas KPPU.

Menurut KPPU, kalimat tersebut pernah dinyatakan langsung oleh Ketua APBI yang disetujui secara aklamasi oleh seluruh anggota APBI.

Sementara itu pada rapat presidium 26 Januari 2010 di Hotel Nikko, disampaikan bahwa “Kepada seluruh Anggota APBI sekali lagi diminta untuk dapat menahan diri dan terus mengontrol distribusinya masing-masing dan menjaga kondisi pasar tetap kondusif sesuai dengan perkembangan permintaannya,” kata dia.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Enam Produsen Ban Bermain Kartel Harga

  1. st3v4nt says:

    Kartel dalam dunia perdagangan dan manufaktur Indonesia bukan hal yang aneh lagi hampir di banyak sektor selalu begitu makanya biaya hidup jadi tinggi…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s