Ketul (Bidens pilosa), Kulupan/ Lalap ala Orang Kelud yang Bermanfaat Medis


ketul, makanan ala sepawon

ketul, makanan ala sepawon


Pertama kali ngerasain urap ketul ini dari ibu-ibu pekerja perkebunan, ceritanya nih mereka bawa bekal, trus saya dikasi. Pertama kali makan, rasanya agak aneh, tapi tetep habis sih.wkwkwk.. nah, setelah habis makanannya baru sadar, bahwa rasanya seperti lalapan kenikir. Jan mirip banget:mrgreen:

IMG_20140212_165304
Setelah itu saya jadi ketagihan buat “ramban” daun yang bisa bikin kuku item ini. Kok item? iya dulur, mirip kalau kita motong kangkung pake kuku, kuku kita akan item. Dan warna mirip air besi ini keliatan sekali ketika kita rebus dan buang airnya. Oh ya dulur, setelah kita rebus dengan air panas dan dikasih sedikit garam buat perasa. Jangan lupa buat diguyur dengan air dingin, kalau gak gitu bisa mules perutnya.
kalau dah mateng

kalau dah mateng


Ketul ini tumbuh liar dibawah rimbunnya tanaman kakao atau jagung. Pohonnya perdu, dengan batang berwarna hijau semburat ungu. Bunga mirip dengan kenikir, begitu pula kekasaran daunnya. Jan, muantep nek dipangan sama pecel Madiun yang pedes.. Kalau mau, monggo samperin saya ketika di Kebun.. ntar kita nyari bareng.wekekekek..
pak trisman mbantuin saya cari ketul. ayo ngguyu pak..hahaha

pak trisman mbantuin saya cari ketul. ayo ngguyu pak..hahaha


info tambahan dari wikipedia bahwa ketul bisa buat Obat :
Kegunaan
Terutama daun-daunnya digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional. Rebusan atau perasan daun dimanfaatkan untuk mengatasi batuk, angina (sakit dada), sakit kepala, demam, diabetes, sembelit, mencret, kecacingan, sakit perut, sakit gigi, keracunan, pegal-pegal, serta dicampurkan dalam air mandi untuk menyembuhkan gatal-gatal dan nyeri rematik.
Di Jawa Barat, daun-daun dan pucuk ketul yang muda dikunyah sebagai obat sakit gigi. Pucuk yang dilayukan di atas api digunakan untuk mempercepat pematangan bisul. Di banyak tempat, terutama di Jawa, daun-daun muda dimanfaatkan sebagai lalap atau bahan campuran pecal.[2]
Di Tiongkok, ketul juga merupakan herba obat yang disebut xian feng cao (咸豐草).
Ketul kadang-kadang juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

This entry was posted in humaniora, kuliner, Uncategorized. Bookmark the permalink.

8 Responses to Ketul (Bidens pilosa), Kulupan/ Lalap ala Orang Kelud yang Bermanfaat Medis

  1. Lagi ngerti aku😀, eh tapi kethul iku bukane berarti wes ora landhep utowo tumpul😆

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s