Day-2, Kondang Iwak, Surga Tersembunyi


kondang iwak (31)

13 Nopember 2013, Jam 04.00 pagi adzan subuh membangunkan saya dari lelapnya tidur. Pagi itu rencananya TR akan ke Kondang Iwak, pantai yang pernah diulas beberapa minggu kemarin. Jik iling’a rek?:mrgreen:
07.30, Ketika teman-teman yang lain sarapan, TR pamit untuk cabut duluan dan tidak ikut sarapan karena niat puasa. Menyusuri pagi di Kepanjen, udara segar menyapa tubuh. Suasana pagi itu beda. Tak ada macet sepanjang perjalanan keluar dari kota Kepanjen. Berbeda dengan suasana pagi di Kediri, dimana TR harus bermacet ria dari Lirboyo-Gumul. Sesekali TR berpapasan dengan karyawan/ pekerja yang berangkat kerja. Dari Kepanjen laju scorpio diarahkan ke arah selatan, ke arah Donomulyo. nguengg….
kondang iwak (10)
Memasuki area Bendungan Sengguruh, jalanan berkelok mulai menyapa di depan. Sempat ingin berfoto sejenak dengan background pintu air bendungan, namun urung karena terlalu kencang memacu kendaraan. hehe😆 Jalanan mulai menanjak naik dengan suguhan hutan jati di sebelah kanan, sedangkan di sebelah kiri kita bisa melihat hamparan landscape Kepanjen dan sekitarnya dari lereng Gunung Gebang dan Gunung Slamet. Pantasnya sih gugusan bukit.. Subhanallah, pemandangangannya Indah.


Masuk ke kecamatan Pagak sempat berhenti sebentar di pertigaan dekat kantor Kecamatan Pagak. Cek Google maps and.. Pertigaan di foto atas bila lurus ke barat maka akan tembus Kalipare, dan itulah jalur pulang kita eh.. TR nanti.
kondang iwak (12)
Menyusuri jalanan berkelok dengan pemandangan kebun tebu di kanan kiri yang membosankan, akhirnya sampailah di Perempatan Pasar Sumbermanjing Kulon. Pagi itu suasana bener-bener rame dan crowded, namun TR suka!!! Mari kita nikmati suasana pasar.😉 Melihat kesibukan masyarakat yang berbelanja dan berjualan hasil alam juga barang-barang lain, seperti ramainya ketika pasar minggu di Pasar Njoyo, Madiun atau Pasar Minggu, Malang.
Ke kiri ke arah Balekambang, ke kanan arah Ngliyep dan lurus adalah tujuan kita..

Ancer-ancer atau perkiraan petunjuk menurut temen saya om Dino, kita akan mencapai sana dalam jarak 4 km. Sempat senang ketika tiba di sebuah puncak bukit, nun jauh disana terlihat laut selatan.. yipppi… Wajah sumringahpun muncul, namun setelah mengendarai motor beberapa lama mulai muncul rasa curiga.. “mana nih pantainya”. Di suatu titik di tengah hutan ketemu dengan bapak sepuh pencari kayu, sayapun bertanya tentang arah ke Pantai Kondang Iwak. “lurus mawon mas”. Yes!!

Jalanan aspal baru ternyata berhenti ketika perkampungan mulai habis dan memasuki hutan jati. Jalurnya berubah makadam!!! hahaha.. Kalau masalah jalur makadam gini, TR lebih memilih track gravel atau tanah, maklum lah batunya dari batu karang bro… so pasti tajam dan berbahaya bagi ban, apalagi ban Pio ane sudah tipis kembangannya.. Dan beruntungnya tak ada jalur yang bisa dipilih di pinggirnya kecuali melibas batu-batu tajam ini😥
kondang iwak (21)
Mesin 225 cc yang berat plus pengendara yang berat ini (80kg berat TR)..qiqiqi membuat pantulan skok tak mampu diredam dengan baik. Di suatu titik tikungan tajam dan licin TR hampir jatuh karena licinnya jalan. Untung….
kondang iwak (22)
Vegetasi berubah menjadi semak belukar lebat, kanopy kayu hutan pun agak menghalangi cahaya masuk. Rasa merindingpun mulai datang. Bulu kuduk ini merinding dengan sangat hebatnya pada suatu titik, seakan-akan ada yang datang dan menyambut kita. Doa-do’a dan do’a TR ucapkan dalam hati dan uluk salam pun TR ucapkan secara lantang.. assalamu’alaikum bil ghoibbbbb….!!!!!
Wah, kurang ajar nih.. ternyata jalur ini bukan 4 km namun 13 km (sesuai keterangan penduduk sekitar) . saya dikerjain om Dinooooo!!!! wkwkwk😆
kondang iwak (23)

kondang iwak (24)
Di kiri jalan ada sungai yang dalam dan airnya berwarna gelap. TR mencoba menikmatinya, namun mata batin tidak tenang, ada “something” di kedung/kondang ini. Ketika akhirnya masuk di suatu tanah agak lapang dan ada banner tulisan diatas. Ketika pulang baliknya TR baru sadar bahwa itu adalah JLS Jatim..telmi.qiqiqi
Rasa lelah dan jenuh tak menemukan pantai hampir membuat TR putus asa. Di sebuah titik, ada tanah lapang yang luas dan TR putuskan untuk menikmati jalur sungai tadi saja. Lahdalah ternyata ketika sudah melewati semak belukar terhampar pantai berpasir putih yang luaasss dan indahhhhh.. Horeeeeee.. Haahaha… Inilah Pantai Kondang Iwak itu. Disaat mau berputus asa, ternyata impian(pantai) itu sudah dekat!!
bagian barat

karang

karang 2

pulau datar
Menurut informasinya, pasir yang hitam ini akan ditambang.. (cek artikel terdahulu). Ahh, tak mau pusing TR langsung parkir dan menikmati keindahan pantai ini.
Ombak laut selatan berkejaran, terlihat di ujung barat ada perahu nelayan yang mencari ikan. Namun ini bukan pantai nelayan ya.. menurut pak Pardjon yang saya temui (dan akhirnya ketemu manusia juga😆 ) biasanya nelayan tersebut nelayan dari balekambang. Bila siang sudah sangat jarang yang melaut, karena ombak sudah mulai tinggi. Yup, jam 10.00 saat itu ombaknya sudah bergelegar seperti suara dentuman meriam, serta posisi ombak semakin siang semakin dekat.


Setelah mengumpulkan lagi energi sekitar 1jam 30 menit (maklum lagi shiyam bro), TR balik pulang. Karena masih penasaran dengan sungai tadi akhirnya mampir dan mengamati lagi. Di satu titik yang memungkinkan, si pio turun dan pengendaranya cuci muka menikmati dinginnya air hutan. Cessss.. ademm.

Infonya setiap bulan 7, pantai ini sangat ramai, karena diadakan larung sesaji, dan pembangunan jembatan diatas adalah salah satu cara memperlancar jalur transportasi ke pantai ini. Wahh.. bakalan rame nih pantai..

Pulangnya TR melewati Pagak-Kalipare-Karangkates-Selorejo-Wlingi-Wates kemudian Kediri.

This entry was posted in adventure, hobbies, humaniora, malang, monocross, scorpio and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

44 Responses to Day-2, Kondang Iwak, Surga Tersembunyi

  1. husni says:

    absen dari padang pasir

    Like

  2. potretbikers says:

    Woch, ono Sadranan mbarang…wakakka

    Like

  3. ochimkediri says:

    wah ngeri mas dalane…tapi endingnya…viewnya bangus banget…

    Like

  4. Han:D says:

    Lone rider adventurer jos tnan ki. Ati2 nek kesambet mas, te2p waspada n konsentrasi..

    Like

  5. Aa Ikhwan says:

    segar pemandangannya😀

    Like

  6. akhya says:

    uapik… keren.

    Like

  7. keren sih, tapi sintrung😀

    Like

  8. Walahhhh mantepppp mas, tapi kalo jalannya kayak gitu mobil nggak bisa masuk dong yaaa😦
    gak bisa jadi pilihan saat liburan keluarga nanti😦

    Like

  9. andhi_125 says:

    liat poto-ne, seputaran kedung en pohon gede itu, kayaknya ada yang #@^$#%$& deh kang..CMIIW
    moga-moga feeling saia yang salah😉
    diparingi slamet tekan ngomah yo kang…

    Like

  10. ekomoker says:

    ajibbbbbb kalo waktu di bangka dulu aku pake trail SE beneran kang…..wong jalur ke pantainya beneran extrim …..pantainya di daerah sungi liat bangka ….tahu tuch namanya apaan😀

    Like

  11. marko says:

    ajib, touring rider sejati memang oye

    Like

  12. setia1heri says:

    bener2 TR nih😀

    Like

  13. Mas Sayur says:

    subhnallah..bener-bener jiwa touring sampeyan,sam…
    mensyukuri segala keindahan yang di ciptakan sang khaliq adalah ibadah juga 🙂

    Like

  14. fncounter says:

    touring sejati🙂

    Like

  15. nopan says:

    masih makadam jalannya. untung pas touring ga hujan

    Like

  16. yuyu says:

    “Backpacker” itu yg ku sbut jlukan ntuk mas. Hebat bnget nempuh prjlnan bgtu sue tenan. 4 km malah dadi 13km ki dobel wkt. Aku psti’in ni motor e hemat bensin po, gk singgah k’pom bensin ngoten. :p

    Like

  17. Pingback: Steering Limbung bisa jadi Shock absorber Terlalu Empuk | Touring, Adventure and Humanity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s