Day-1, Kediri-Pagelaran dan Berhujan di Turen


waduk lahor

waduk lahor


“eh mobile tak pake angkut panen ya?”, akhirnya rencana hari itu mengendarai mobil gagal, namun hal itu malah membawa berkah, TR bisa punya waktu lebih untuk menjelajah Malang selatan. Perjalanan dimulai dengan menyusuri Plosoklaten- Wates- Ngancar-Penataran-Garum-Wlingi dengan santai dan lancar, dan kemudian masuk jalan kembar via Bendungan Lahor.
Well, ketika melewati jalan kembar Selorejo-Lahor sempat khilaf.. tak terasa speedometer sempat menunjukkan 120 kpj.hihihi.. Mulai memasuki kawasan wisata Lahor, laju motor saya pelankan, rencananya ingin mampir sebentar turun ke waduk. Setelah beberapa kali muter nyari jalan menuju spot yang saya tuju, akhirnya stuck di jalur tambangan ke Jambuwer (foto diatas), alias tidak menemukan jalan ke spot tersebut.
kondang iwak (3)
Akhirnya perjalanan dilanjut menyusuri jalur Sumberpucung-Kepanjen-Gondanglegi. Siang itu cuaca terasa sangat panas dan gerah, sampai beberapa kali harus membuka kaca helm agar ada angin yang masuk. Memasuki Pagelaran (arah ke Balekambang) hujan turun tiba-tiba dengan derasnya, berhubung ndak bawa jas hujan TRpun ngiyup di salah satu toko. Berhubung ngejar waktu, akhirnya TR nekat menerobos hujan, tentunya dengan mengamankan dulu tas ransel dengan cover bag.

Setelah urusan cek jagung kelar, dilanjutkan cek lokasi lain di Turen. Lahadalah kok yo terang di Pasar Gondangleginya.. artinya hujan lokal terjadi di Pagelaran saja.
Mendung menggelayut ketika saya memasuki Desa Kemulan, Turen, celana yang tadinya basah sudah kering. Lhadalah lagi.. hujan mengguyur dengan deras ketika kurang 300an meter sebelum lokasi.hahaha…

Alhamdulillah, setelah ishoma hujan berhenti. Perjalanan ngubek-ngubek Wilayah Turen dilanjutkan.. Dan malam itu saya nginap di Kepanjen.
Next Day.. Kondang Iwak

This entry was posted in adventure, hobbies, humaniora, malang, scorpio and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Day-1, Kediri-Pagelaran dan Berhujan di Turen

  1. fncounter says:

    Jalan mana itu kang… aspal baru…

    Like

  2. pak tarno says:

    stikere pating trembel

    Like

  3. andhi_125 says:

    luwih cocok nganggo walang ijo yo kang (ngelirik pak dar😆 )

    Like

  4. marko says:

    jadi inget teman lama di turen, sip, ditunggu reportase berikutnya, suwun sam, serasa ikut berpetualang meski cuma baca saja.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s