Riding Ziarah : Masjid dan Makam Sewulan, Dagangan, Kabupaten Madiun


gerbang masuk Masjid Sewulan

gerbang masuk Masjid Sewulan


Supra X 125 melaju pelan dari kawasan utara kota Madiun, jalanan hari +3 lebaran terlihat ramai baik dari arah Surabaya maupun dari arah Ponorogo. Keramaian lebih didominasi oleh pengendara lokal/ warga setempat yang melakukan silaturahmi. Memasuki jalur Terminal-RRI-Demangan kemudian ambil kiri ke arah Ponorogo.
koordinat makam Sewulan

koordinat makam Sewulan


Sampai di pertigaan Sangen kemudian ambil kiri. Sengaja saya ambil jalan ini karena ini adalah rute terdekat, selain untuk menghindari kemacetan di pasar Pagotan tentunya. hadeh… ra iso ngecek wayahe panen Duren opo ra iki , biasanya di pasar Pagotan ramai orang jualan Duren dari lereng wilis😆
Aktivitas warga yang bersilaturrahmi terlihat ramai di lingkungan Dagangan ini, jadi teringat waktu kecil dulu sering bersilaturrahmi dengan saudara yang ada di Dagangan ini.

Sampai di Desa Sewulan, saya yang sabtu kemarin mengajak istri untuk Ziarah ke masjid dan makam Sewulan lewat pintu depan, sengaja biar tahu gerbangnya.hehe.. (sebenernya bisa masuk dari arah MTS Sewulan.
Alhamdulillah, sekarang di depannya disediakan tempat parkir buat mobil yang luas. Tidak seperti dulu yang mau parkir saja harus di depan dalemnya Mbah Ilyas. Dalem mbah Ilyas sendiri sudah direnovasi. Dan ada bangunan di depannya. Terakhir kesini masih berupa tanah kosong.

gapuro menuju Makam Sewulan

gapuro menuju Makam Sewulan


Kamipun uluk salam ketika mulai memasuki areal makam. Makam Eyang Basyariyah atau Kyai Ageng Basyariyah atau Raden Mas bagus Harun terletak di jungkup sebelah barat masjid Sewulan. Pintu jungkup pagi itu masih tertutup, sempat khawatir kalau terkunci, alhamdulillah ternyata tidak. Suasananya masih seperti ketika terakhir kesana. Tenang dan damai..
gambaran singkat Silsilah beliau

gambaran singkat Silsilah beliau


Kyai Ageng Basyariyah adalah putra dari Pangeran Nolojoyo, Adipati Dugel Kesambi yang masih keturunan panembahan Senopati Sutowijoyo (raja Mataram I), yang kemudian beliau nyantri ke Kyai Ageng Moh. Besari, Tegalsari, Jetis, Ponorogo. Kemudian kata Sewulan sendiri berasal dari Seribu Bulan atau malam Lailatul Qodar. Bertepatan dengan malam Lailatur Qodar, songsong hadiah dari Paku Bowono II ditemukan setelah pencarian yang lama. Kemudian atas petunjuk Kyai Ageng Moh. Besari dan izin Paku Buwono II maka dibukalan tanah perdikan Sewulan,yang mencakup seluruh wilayah kawedanan Uteran sekarang ini, ditambah perdikan Tegal Sari, Menang, Pulo Sari, Tawang Sari (Tulungagung), Patihan Rowo (Kertosono). Untuk info jelas bisa akses blog paklek Mamak/ Moh.Baidowi tsb. (link ini)

Keturunan beliau banyak yang menjadi Ulama terkenal, diantaranya KH. Abdurrahman Wahid/ Gus Dur. Dimana mbah Putri/ Nyai Hasyim Asyari adalah keturunan dari Eyang Basyariyah. CMIIW (berdasarkan tulisan dari pakpuh KH. Ridwan Fadhil, Utan Kayu Jakarta).
Muncul pertanyaan dari istri saya, “Mbah Putri dimana mas makamnya?” well, berdasarkan info dari Paklek Mamak, makam Nyai basyariyah berada di Pulosari,Krajan, Kec.Jambon, Kab.Ponorogo (kapan2 kesana ah).
IMG_20130810_102040
Setelah tawasul, membaca Yaasin dan tahlil, kamipun keluar dari areal makam dan masuk ke Masjid. Di depan masjid ada Blumbang.. dimana biar kaki jamaah yang masuk langsung mensucikan diri. Setau saya dulu blumbang ini airnya mengalir deh?? . Masjid sewulan sendiri didirikan tahun 1740 Masehi.

tempat cuci kaki sebelum masuk masjid

tempat cuci kaki sebelum masuk masjid

Perjalanan kemudian dilanjutkan jalan-jalan ke kota Madiun dan mampir sholat dhuhur di Masjid Jami’ Baitul Hakim.

#jika dirasa postingan/cerita tentang Beliau diatas ada yang kurang benar/ dianggap salah, monggo masukannya.

This entry was posted in adventure, agama, Madiun and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Riding Ziarah : Masjid dan Makam Sewulan, Dagangan, Kabupaten Madiun

  1. Mas Sayur says:

    hari ini kemana lagi,cak..?

    Like

  2. ora sempet mlaku2 blas, maaf lahir batin yo mas🙂

    Like

  3. helmy says:

    apik cak Postingane…

    suwe ra swon mbahe ki,terakhir kpn yo(kiro” taon rongewu songo)..hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s