Berteduh di bawah Seruling Nabi Sulaiman, jadi Inget Masa Kecil #Kepanjen Riding


belok kanan via Ngebruk lanjut Ternyank

belok kanan via Ngebruk lanjut Ternyank


Terik matahari bulan mendekati bulan Agustus ini tak menyurutkan niat TR untuk tetap berkarya. Menaiki Scorpio, menyusuri jalur yang biasa dilibas yaitu Kediri-Plosoklaten-Wates- Ngancar-Nglegok-Garum-Wlingi-Lahor dan Sumberpucung.
DSCN4870
Waktu sudah menunjukkan jam 10.30 ketika ban scorpio menjejakkan di aspal Desa Ternyank. Angin dingin menyeruak turun dari perbukitan kendeng selatan yang menjadi benteng daerah Malang selatan dari terpaan angin Samudera Hindia. Setelah menyelesaikan tugas di persawahan desa tersebut, panas yang terik memaksa untuk berteduh di gubug dan mengobrol dengan petani setempat. Tak terasa sampai 11.45 saat adzan dhuhur berkumandang, TR pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Dilem.

Dilem, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Kepanjen. Dimana Kepanjen merupakan ibukota Kabupaten Malang. Melewati galengan kecil di pinggir sawah dan rimbunnya bambu. Setelah selesai ke sawah, TR pun melepas lelah di bawah rimbunnya bambu. Segerrr… dan teduh. Suara batang bambu yang bergesekan menimbulkan suara yang bermelodi khas.. krietttt… krettt.. kruttt..😆

seruling nabi sulaiman

seruling nabi sulaiman


Ketika masih kecil dulu, TR suka bermain di bawah rerimbunan pohon bambu. Bikin gubug kecil beratapkan daun pisang, beralaskan daun pisang juga. Dimana untuk masuk ke “markas” (kami menyebutnya begitu) harus melewati lorong dan beberapa jebakan. Baik jebakan di darat berupa lubang atau jerat kayak jerat hewan yang model kayu ditekuk. “Markas” kami berada di tengah rerimbunan bambu, dipinggir sawah yang saat itu sedang ditanami tebu. Dan aksi “nyolong” tebu sering terjadi. bhuahahaha:mrgreen: Dan jika kepanasan tinggal mandi di diesel pompa.😉 ahh, masa kecil yang indah.

suling nabi Sulaiman : Terinspirasi dari cerita Si Kancil.

This entry was posted in adventure, hobbies, humaniora, malang, scorpio, work and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

29 Responses to Berteduh di bawah Seruling Nabi Sulaiman, jadi Inget Masa Kecil #Kepanjen Riding

  1. potretbikers says:

    Pertamaxx saja achhhh😀

    Like

  2. enakya berteduh di bawah bambu,,,, adem pastinya,,,, q juga inget masa kecil bro😀
    http://cicaakcerdas.wordpress.com/2013/08/05/selamat-hari-raya-idul-fitri-1434-h/

    Like

  3. Han:D says:

    Absen kang; Enakan leles bengkoan orang yg lg panen… lebih sueger…

    Like

  4. woh cilikane trutusan turut barongan, lek aq trutusan adus kali:mrgreen:

    Like

  5. pak tarno says:

    wah, kirain, heheheh…
    mirip ama masa kecil ane om, tapi bedanya markas kami ada di kebon orang di sela-sela rerimbunan pohon. pernah juga di atas pohon seperti anak-anak kebanyakan.
    mandinya di kali,bukannya bersih malah amis

    Like

  6. Cah Nglegok says:

    nggelar godhong gedhang isor barongan….

    *asli parikkan ikiy tapi lali terusane…:mrgreen:

    Like

  7. ekomoker says:

    podho wae lah sam, jaman biyen yo ngunu iku dolanan’e arek2 cilik seumuran kita2 ini , nek arek saiki kan dolanan’e facebook sama twitter ,hehehehehehehehehehe😀

    Like

  8. waduh om, jd pengen muleh nang ndesoooo
    suroboyo puanas, enak ngadem nang ndesoo

    Like

  9. ipanase says:

    wah tag kiro opo lek😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s