Menembus Kabut Kelud dengan L-300, #Kelud Again


kabut di Sepawon

kabut di Sepawon


Masih di Kelud. Senin kemarin agak siangan, TR kembali naik ke kebun, niatnya pake panther saja, lahdalah kok dump trucknya gak bisa membantu proses angkut panen. Terpaksa pakai L-300 lagi.😦
Di tanjakan yang agak curam, seperti biasa gejala spin ban belakang muncul. Mulai memasuki perkebunan Afdeling Sumber Glatik kabut tebal mulai turun, angin dingin pun juga mendekap tubuh. Brrr.. ademm.. Mirip di artikel ini

Yach, namanya juga mesin bertorsi besar dengan bodi enteng, naiknya pun harus mbuser-mbuser, spin gitu deh.. seperti hari Jum’at sebelumnya. . Perjalanan senin kemarin semakin seru dan mendongkrak adrenalin karena pandangan mata sangat terbatas akibat kabut tebal yang turun.

istirahat dulu.... wani nannjak gak nih?? :lol:

istirahat dulu…. wani nannjak gak nih??😆


Jaket gunung Cartenz yang TR pakai terkadang masih tertembus oleh hawa dingin yang menyeruak. Berpacu dengan dinginnya siang itu, Tr berusaha agar L-300 dapat meniti, menuju ke lokasi muat.
Setelah terparkir, jalan-jalan muter area kebun. Tentunya dengan tetap waspada karena terdapat alur-alur limpasan air hujan yang membentuk sungai. Lumayan dalam 2-3 meter kebawah, tertutup oleh semak. Siap membawa bencana bila kita lengah.
calon sungai baru.. mengarah ke jjurang

calon sungai baru.. mengarah ke jjurang


Dingin-dingin gini bikin lapar, saatnya menikmati teh hangat di warung sekalian membuka bekal bawaan dari istri. Jan mantabbb… Tak terasa langsung habis bekalnya. Dan panenan pun sudah termuat ke kendaraan.
DSCN4657
Well, ketika turun, sopir kantor yang membawa panther keliatan sangat grogi menuruni tanjakan, maklum beliau ini biasa nyopirin bos-bos pake mobil bagus dan dijalan bagus pula.:mrgreen: Dengan kondisi ban belakang sebelah kanan yang agak kempes, mas Kutut ini melaju hanya 5-10kpj. Jarak yang biasa TR tempuh 10 menit, harus ditempuh 1 jam. Dan TR harus sabar menguntit di belakangnya..😆
mak mblenuk kalem-kalem wae.. woles jare arek saiki

mak mblenuk kalem-kalem wae.. woles jare arek saiki


Ketika TR diingatkan oleh penduduk setempat jika Kutut mengantuk, TR langsung melihat dari spion, memang sedari tadi terlihat menguap dan mengucek-ngucek mata. Walhasil langsung kasih kode agar minggir saja. Ketika teman TR (mas Fajar) menawarkan menggantikan nyetir beliau menolak. Ya wes sabar… Sembari melawan grogi di bel truck-truck pengangkut pasir yang mau menyalip di jalur sempit ini.
DSCN4665

This entry was posted in adventure and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Menembus Kabut Kelud dengan L-300, #Kelud Again

  1. Han:D says:

    Kyaknya pernah lewat situ n jatuh kruntelan bawa motor bebek waktu kkn th 2003 mas.. ancur dah..

    Like

  2. ind says:

    Ada cewek cantik disana anaknya penjual Bakso yang di “Pos Perliman” (klo gak salah namanya)

    Like

  3. nopan says:

    klo hari sebelumnya hujan deras, bener2 bisa offroad ria tuh

    Like

  4. Anonymous says:

    mantap om touring pake l300nya,belum pernah saya sekalipun touring manjat gunung pake mobil.liat pemandangan hutan yg berkabut keren bgt itu,terakhir lihat gitu pas dulu mau ke semarang via prembun pake motor mio,ditambah hujan lagi sampe bikin roda belakang sliding😀

    Like

  5. ipanase says:

    tembus ga lek halogen std?

    Like

  6. beny says:

    panen opo kuwi mas?kebune pyn dewe ta?

    Like

  7. Pingback: Adventure Sepawon lagi… Afd Badek bagian 1,#Kebun Wislik | Touring, Adventure and Humanity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s