Hati-Hati Terhadap Kendaraan Lebarnya Diluar Kewajaran, EX Motor Obrok


narsis ah...qiqiqiqi

narsis ah…qiqiqiqi


Well, beberapa bulan ini TR kembali sering pulang malam karena dinas luar kota. Otomatis, pandangan di malam hari sangat terbatas, tidak seperti pada waktu matahari bersinar cerah. Melewati jalur pedesaan yang ramai dengan aktivitas masyarakatnya, pernah suatu saat TR dibuat kaget dengan adanya sepeda motor yang memakai obrok.

Obrok atau tas samping adalah sarana angkutan murah ala masyarakat kita. Bahan obrok bisa dari terpal, kain tebal atau anyaman bambu. Well, tentu saja hal tersebut merubah dimensi motor menjadi lebih lebar. Jika malam hari, motor ber-obrok tentu akan sulit terdeteksi karena tidak ada lampu tambahan ataupun fosfor pemantul cahaya.

Pernah dan beberapa kali teman TR mengalami kecelakaan dengan kendaraan seperti ini, terutamanya saat malam. So, bila njenengan berkendara malam, awasi dengan cermat kendaraan seperti ini. Selain motor yang lampu belakangnya mati tentunya.

Kendaraan beroda tiga lawas, produksi lama, juga belum memasang lampu tambahan dan fosfor pemantul cahaya di bagian depannya. Sehingga ketika kita melihat dari jauh akan terlihat seperti motor biasa, gak tahunya motor beroda tiga.

Refleks yang tepas bisa mencegah terjadinya kecelakaan atau kemungkinan anda menyantap/nabrak kendaraan ber-lebar over.

This entry was posted in adventure, humaniora, transportasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

21 Responses to Hati-Hati Terhadap Kendaraan Lebarnya Diluar Kewajaran, EX Motor Obrok

  1. ipanase says:

    njajal, ra iso menggoK, diseneni sing dnue

    Like

  2. gesang86 says:

    Wachhh, ganti REAL MOGE tooo??? ckckckckc😀

    Like

  3. stevant says:

    Di Jakarta malah masuk ke gang2 nih motor, mestinya kalau sudah boleh dijual di Indonesia harus sudah lolos uji laik jalan kan ya….masa lampunya boleh kurang? Soal motor tanpa lampu belakang aktif (tail light) mohon di cek sendiri2 jangan anggap sepele nyawa anda taruhannya di seruduk dari belakang sama truck.

    Like

  4. kasamago says:

    motor pckup perlu d psang sirine kuning kek truk tronton..

    Like

  5. sompret says:

    yup kita juga perlu mengecek lampu motor masing masing. saya saja siapkan 10 buah lampu belakang harga Rp 1000 an. untuk tiger tuaku. gatau lah kok sring putus hehee rata rata 3 bulan putus. klo harga bohlam belakang yang asli blum tau berapa.

    Like

  6. ekomoker says:

    aku tahu nggawe motor gerobak koyo ngunu malah ga iso mundur’e😀

    Like

  7. Erit07 says:

    Serem tenan…

    Like

  8. Han:D says:

    Dimodif angkutan umum bs muat 8 orang tuh, lumayan dr pada becak/angkot…

    Like

  9. pak tarno says:

    masin mending itu motor, masih bisa manuver,
    lha di pedesaan malah sering hand tracktor yg dipake di jalanan sehabis bajak sawah. kadang kalo malam malah tanpa lampu sama sekali. apa gak makin sadis tuh, tracktor kan gak bisa manuver menghindar seperti motor.

    Like

  10. Ki Salim says:

    ane pernah nabrak orang yang sedang membawa jerami(padi/pari).. tapi untungnya pakai sama2 pakai sepeda ontel. tak kira bisa melewati dan menerobos tu padi tapi ane malah sukses nyangkut di padi dan sepeda ane nyelonong duluan…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s