Riding Menembus Kabut dan Blusukan di Kelud


sempat bingung nyari pak Trisman. soalnya jarak pandang terbatas.

sempat bingung nyari pak Trisman. soalnya jarak pandang terbatas.


Mendung selasa itu belum mau menyingkir dari peraduan, hangatnya matahari pagi masih malu-malu menampakkan wujudnya. Alhamdulillah, dinginnya riding kala pagi itu mampu tertepis jaket gunung kesayangan. Menyusuri jalanan pasar Dermo, Plosoklaten ke timur ke arah Sepawon, mendung semakin menggelayut, apakah akan hujan pagi ini??

Memasuki areal perkebunan Sepawon, kabut pagi mulai menyambut. Semakin naik ke ketinggian 800 dpl, kabut semakin tebal. Pandangan hanya terpaut 5 meter ke depan. Bismillah, jalan pelan saja. Well, setelah muter-muter akhirnya ketemu Pak Trisman asisten saya.

lagi telpon sopo tho boss.....

lagi telpon sopo tho boss…..


Ngobrol sejenak sembari maem gorengan yang TR beli di kampung bawah tadi. Tak terasa tahu brontak, telo goreng dan ote-ote hampir habis. Kabut dan angin semakin membuat suasana horor, akhirnya bresss… air kabut mulai membasahi motor dan jaket kami.
basahh dehhhh :lol:

basahh dehhhh😆


“Cari kopi ke warung yuk pak!?”, begitu ajak mas Trisman kepada saya. Ketika dalam perjalanan, ketemu bos yang mau liat ke kebun. Karena nanggung akhirnya kami ajak sekalian, hihihi.. Kami berempat motoran, menembus jalan setapak, jalan di bawah pohon karet dan akhirnya mampir sebentar melihat panen.
IMG_20130423_100333
Setelah acara ngopi selesai, kami naik kembali, namun melewati jalan berbeda.. busyett.. melewati bekas-bekas longsoran, sungai kecil dan bukit-bukit yang di kanan-kiri kami adalah kebun tebu. jan, menguras stamina namun mengasyikkan. Sorry om, sorry bro.. no pict kala lewat sungai, maklum sungkan jeh.😆
IMG_20130423_100359
Akhirnya petualangan itu, kami (TR dan Pak Trisman) tutup dengan makan siang jam 12’an di warung, tentunya setelah bos sudah balik dari lokasi.

ah..emane ra foto-foto pas di sungai..👿

This entry was posted in adventure, humaniora, scorpio, work and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

29 Responses to Riding Menembus Kabut dan Blusukan di Kelud

  1. ali wae says:

    Sabane kelud terus ki?

    Like

  2. dhanicsetio says:

    hhuuaaa..ra ngejak ngejak……

    Like

  3. Han:D says:

    Jam brapa mas kok msh kabut..??

    Like

  4. pak tarno says:

    byuhhh off road terus, cocoke pake trail nih mas, tapi ojo KLX, terlalu lemot.
    kasian si pio off road terus, tapi gimana lagi si pio basisnya udah trail sih, wkwkwk

    Like

  5. ekomoker says:

    mblakrak kie critane hehehehehehehe😀

    Like

  6. walah, rutene offroad terus ki mas. atlitq kuat ora yo nggo munggah kelud lek dalane koyo ngunu😛

    Like

  7. Aa Ikhwan says:

    dingiiin😀

    Like

  8. ochimkediri says:

    suasanane uadem tenan iki,

    Like

  9. gesang86 says:

    Sueeeeejjjjuuukkkk…..😀

    Like

  10. dibaleni bro trus dipoto.. penasaran aku..
    ndelok poto ning nduwur iki wae pas kabut ngene pingin nyoba…

    Like

  11. ahmadsa342 says:

    rutenya mana aja bro?
    atau kalo ada tracklog nya mohon di share sekalian biar mbayangne dalane ki lebih realistis🙂

    Like

  12. ipanase says:

    sangar ki anti keblaskuk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s