Bus Surabaya- Solo/Jogja Jor-jor’an Fasilitas, Lha ke Banyuwangi/Jember kok Amburadul???


Studi Kasus lageee.. kali ini mari mengamati persaingan bus regular antar kota. Kita persempit bus yang ada di jawa Timur saja ya biar lebih fokus.

Ketika menjadi penghuni sementara kawasan tapal kuda yaitu kawasan timur propinsi Jawa Timur, saya baru ngeh dan merasakan langsung rasanya naik bus ala penduduk sono. Wes jian, soroo broo.. Bus yang beroperasi di daerah Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan sekitarnya rata-rata NON AC. Body bus juga sudah mulai terlihat kusam, jendelanya sudah agak burem dan tempat duduknya ya wes ngono iku.

Coba bandingkan dengan bus semacam Mira, Eka, Sumber Group, Jaya atau Restu yang melaju dari bungurasih ke barat/Selatan. wes jannn, adoohhh/jauh.. Dengan fasilitas AC tarif Biasa, kencang plus kadang-kadang disetelno VCD/DVD musik membuat kenyamanan penumpang semakin maknyuss.. Cocok dengan masyarakat Solo/ Jogja yang terkenal priyayi, hora gelem nek ra apik. #niru kata gus Tri😆

Dulu, bus ke arah Solo-Jogja masih ada Indrapura, Cendana, Mandala dan Jaya. Well,seiring waktu akhirnya Jaya Group juga memperbaiki armadanya untuk bersaing di jalur padat Surabaya- Jogja, walhasil mereka masih bertahan. Lha AKAS Grup yang dulu menguasai hampir seluruh Jawa timur mulai tenggelam sinarnya, walau terkadang saya lihat ada armada Akas Asri atau NNR, namun itu terbatas pada Armada Pariwisata-nya. Armada regularnya? ketika naik bus dari Jember ke Probolinggo, penulis masih merasakan kencangnya, namun kenyamanannya.. Dua jempol ke bawah.😦 Sudah saatnya yang gak layak digrounded, yang bagus-bagus dipersembahkan buat masyarakat..

ayooo cong ngocak bekna, durema jangan mau dikasih bus yang ndak nyaman. Minta bus yang begus..

This entry was posted in Bus Mania, transportasi and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Bus Surabaya- Solo/Jogja Jor-jor’an Fasilitas, Lha ke Banyuwangi/Jember kok Amburadul???

  1. boerhunt says:

    kalo jember-bwso, jbr-bwi, stbdo-bwi, jbr-stbondo emang kondisinya parah..jelek2..dan ngetemnya cukup lama, terutama bwso..

    https://boerhunt.wordpress.com/2012/11/26/andaikan-filosofi-para-master-beladiri-diterapkan-tentu-alay-di-jalan-banyak-berkurang/

    Like

  2. jeje says:

    wawww..
    bus trayek surabaya ke barat memang apik mas bro, perlengkapan seperti toilet dan WiFi sudah menjadi hal yg lumrah, disamping maraknya bus ATB, sementara bus surabaya ke timur ya begitu deh, banyak yg tuwir walau masih ada beberapa yg bersolek.
    untuk akas ya begitulah sejak manajemennya terbagi armadanya jadi gak keurus, beda sama jaman lampau dimana akas merajai bus jawa timuran dan bagus-bagus pula.

    Like

  3. abdoe maggi says:

    aq malah sudah lama ga naik bis mas, nice info🙂

    Like

  4. joko says:

    masih inget dulu waktu kecil naik akas ke barat ada fasilitas snack, enak pula, gatau kalo sekarang.
    untuk SK group memang josss tarif murah dan kencang, bus cepat aja dilibas

    Like

  5. wah padahal saya ada rencana mo ke jember,sementara saya ga pernah melakukan perjalanan ke timur,kayaknya mending naek patas aja yo mas,

    Like

  6. Sonicboyz says:

    Sing lumayan mung harapan baru,
    yen dahlia, ladju, restu agung, tjipto ,akas ampun paklek..

    Like

  7. achmad sya'roni blog says:

    apalagi dibandingin bis jakarta-jepara/kudus. jauh banget… larinya kenceng, rata2 bis baru.

    Like

  8. kalkun says:

    setuju atas saya, tetep kalah “edan” sama bus-bus muriaan (jepara, kudus – jakarta)

    Like

    • devan_jr says:

      itu kan bus malem mas.. lha kayak mira-sumber grup itu bis ekonomi lho.. beda kelas.. mana ada sby-jogja 36 rb dapet AC, bis baru paling tua tahun 2010, karoseri kelas 1 (tentrem scorpino king punya mira), bangku longgar (lebih longgar dari bis ekonomi lain) plus kalo sumber grup ada fasilitas wifi.. kalo soal lari jangan salah.. banter mas soale ngejar jam yang mepet..

      Like

  9. wawan says:

    koment pada ok semua nech…nimbrung dikit knapa kok bus reguler jatim ke timur bwi bus jelek2..pertama faktor owner utamanya akas 2 yg pecah jadi 3 asri,nnr,ag…secara management jadi kurang kuat so mikir dewe2 n dulu jadi keluarga sekarang bersaing secara bisnis…n denger2 nnr jg pecah jadi 3 n n an r jadi busnya nnr di bagi lagi 3 pemilik…yg 2 sepinya jalur jember sby bwi semenjak ada lumpur lapindo…org pada suka naik ka…dan banyaknya spd motor mengurangi org naik bus…ke 3 banyak oprator bus utama akas yg memanjakan armada pariwisatanya..karna secara ekonomis lbh menguntungkan..yg ke 4 mahalnya hrg bus baru minimal 700 jt. tidak sebanding dgn pemasukkan..itu dapat dilihat dari jumlah penumpang perharinya..nah yg terakhir byknya bus2 atau po baru yg masuk daerah ini yg mengunakan tarip yg ngawur/murah karna sistem setoran tapi dgn armada yg seadanya…dan banyak lagi faktor yg lainnya…monggo klo mo nambahi lgi….

    Like

  10. maulana romadhon says:

    sya juga berpikir dulu aja bis po kencono,akas ituma primadona orang sana tapi semenjak perkembangan jaman bis mulai buruk orang enggan bis kosong ya sekarang tinggal bis ladju,sandi pura dan yang lain kasian

    Like

    • niko says:

      Bus daerah jmber bwi stbondo lumjang memang jelek2 bos,soalnya yg naik ekonomi bawah,walaupun di kasih bus patas ac pun penumpang sedikit..soalnya orang2 ekonomi kelas atas naiknya pesawat klo gk mobil pribadi..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s