Days 3. Part 3. Mengeksplore Petaling Street (China Town)


petunjuk arah Monorail


Setelah ishoma, walaupun masih terasa capek setelah seharian di Sirkuit Sepang, rasanya gak rela jika malam terakhir di malaysia harus dihabiskan diatas tempat tidur. Membaca buku backpacker dan referensi lain, terdapat spot menarik di Kuala Lumpur ini, yaitu China Town.

Sekitar orang 5, cowok-cowok semua, kita kesana naik KRL/monorel dari stasiun Bukit Bintang menuju ke stasiun Maharajalela, dengan biaya 1,8 RM per person. Pertama kali naik KRL, rasanya biasa aja sih.qiqiqi. Ya mirip-mirip kayak kita nonton di film korea/Jepang gitu. ada yg duduk, ada yang berdiri. Well, perjalanan mulus selama 15’an menit sudah selesai ditempuh. Jakarta kapan neh jadi monorelnya?😆

Petaling Street


Turun dari Stasiun Maharajalela sempat kesasar sedikit, akhirnya setelah bertanya-tanya kita menyusuri bangunan-bangunan tua berarsitektur China dan semerbak bau hio/dupa. Yeess, bener nih China Town.

China Town/ PKL di Petaling street ini buka dari jam 17.00 sampai 11.00 malam, siangnya jalan ini jadi jalan biasa bro. Disana kita bisa menemukan tas, sepatu, oleh-oleh, kaos, replika menara petronas dan buanyaaaaakkk lagi. Hati-hati bro, karena siapa tahu copet juga berkeliaran di tempat yang buat jalan kakinya selebar setengah meter ini.

Mau hunting jam tangan juga ada, kuliner? seafood ada juga bro. Lengkapppp..!!kalau anda pernah liat Kya-Kya Kembang Jepun surabaya yaa suasananya mirip gitulah, namun ini lebih lengkap.

Disini saya hunting kaos, gantungan kunci, boneka kucing dan lainnya.wekekekek.. Jan, dengan harganya yang murah bin nego, bener-bener menggoda. Ngomong pake bahasa malaysia campur Enggres cukup membantu mendapatkan harga yang sesuai.

Rapid KL


Pulangnya kami naik Rapid KL alias Bus Ungu. Mirip busway di jakarta sono, namun ini gratisss brooo. mantablah. Eits nyetirnya nggak kalah kayak naik Bus Sumber Kencono, kenceng bener. Well, sempet bingung gimana mau berhentinya, ternyata disediaain tombol. Ndeso😆 busnya bersih, tempat duduknya luas, bertingkat dibelakangnya dan ada LCD TVnya, tempat mempromosikan tentang wisata-wisata di KL.

This entry was posted in adventure, Malaysia, transportasi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s