Days 2nd. Jalan-jalan ke Istana Negara, Batu Caves, Coklat dan Pusing-pusing di KL. Part 2.


Setelah capek menikmati Sky way, saatnya check out hotel. Sekitar pukul 12.00 waktu sono kita makan siang dulu di Coffee Terrace Cafe. Ternyata jalannya harus lewat jalan yang sama dengan ke Sky way tadi, lumayan jalan kaki lagi. gemporr…

Terrace Genting


Kali ini milih makanannya yang sederhana saja, Bistik, cumi dan Nasi lemak. nyammi... jan sueneng ketemu makanan sing cocok koyok ngene.wkwkwkwk.

Makan sudah saatnya leyeh-leyeh di terminal dulu. Well, terminalnya jangan dibandingin sama kayak Bungurasih ya?? jan adoh rek.

Selanjutnya perjalanan ke bawah/ Kuala Lumpur selama kurang lebih 1,5 jam. Menyusuri jalan kebalikan daritadi. Kalau jalanan di Batu, Pacet atau Puncak arus dari atas bisa saling ketemu, namun disini, jalanan naik dan turun dipisah. jalannya mulus-mulus dan lebar. Oleh karena itu macet seperti di kawasan puncak Bogor bisa dihindari. Perencanaan Planologi yang matang!!

Kita juga bisa melihat Chin Swee Caves Temple, alias Klenteng yang dibangun oleh pendiri Genting, sebagai pengingat akan kampung halamannya di Hunan, China sono. CMIIW.

Batu Caves


Di depan Batu Caves kita sempat berhenti sebentar di Jalan SBC 8 untuk mampir di toko jam, setelah muter-muter kok harganya mahal-mahal amat, lagian modelnya juga kurang menarik, akhirnya serombongan banyak yang nggak jadi beli, cuman nunut ke Toilet.

Sore hari kami sampai di Istana Negara yang baru. Penjagaannya tidak begitu ketat, namun tetap kita dilarang masuk di Istana Raja Malaysia, oh ya untuk komplek Pemerintahannya yang dipimpin oleh Perdana Menteri tidak disini, namun diletakkan di daerah Putrajaya.

Istana Negara Malaysia


Ada cerita menarik dari seorang teman yang sudah pernah kemari, eh si Pengawalnya bilang gini. “ko ndi mas?” loh?? “aku wong Ponorogo kok mas asline“.wkwkwkwk. Sebenernya, orang Indonesia itu buanyak sekali di Malaysia, tapi kok ya masih sering kita dengar TKI/TKW yang dikasari?

Dan terlihat beberapa turis lokal dan dari China yang berfoto-foto.

Selanjutnya kita muter-muter mampir untuk beli oleh-oleh di Rumah Coklat. Rasanya mahal, tapi setelah sampai Indonesia dan saya coba makan, rasanya bener-bener lembut dan nyussss enaknya. Gak nyesel deh.

Lawang sewu ala malaysia


Kita juga melewati sebentar-sebentar di Museum Negara, Monumen Nasional, Museum Kesenian Islam, Kantor Kementerian Telekomunikasi yang gedungnya mirip bangunan Lawang sewu di Semarang.

Coklat berbentuk Naga, jangan lupa beli Coklat Tongkat Ali😆

This entry was posted in adventure, Malaysia and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Days 2nd. Jalan-jalan ke Istana Negara, Batu Caves, Coklat dan Pusing-pusing di KL. Part 2.

  1. Mas Wiro says:

    Sik Rom…
    Moto2 nggae opo iki?

    Like

  2. gesang86 says:

    Weeee, ternyata begitu ceritanya😀

    Like

  3. andhi_125 says:

    ora ketemu macet babar blas….kapan endonesa koyok ngene iki???👿

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s