DR : Meliuk-liuk di Gunung Pati dan Boja, Part-2 Day-1


jalan lingkar ambarawa


15.21, Setelah puas menikmati bentangan alam di Rawa Pening, kami yang sekarang bertiga menuju ke Ungaran. Melewati jalan lingkar Ambarawa yang masih mulus dari Banyuanyar. Ternyata, jalur lingkar sedang dimaksimalkan penggunaannya karena jalur yang biasa/ lewat pasar Ambarawa ditutup. Hal ini tentunya diakibatkan oleh kebakaran hebat minggu kemaren.

Memasuki jalur Ungaran, mulai terasa kemacetan jalur utama Bawen-Semarang. Sekitar pukul 15.45, saya memutar memotong arus kendaraan yang saat itu padat untuk masuk ke areal Pasar Babadan. Masuk ke timur ke arah Beji, Ungaran timur maka kita akan melewati terowongan dibawah jalur Tol Semarang-Bawen yang sedang dibangun.

Ungaran


Setelah cukup, saya yang saat itu udah ngos-ngosan karena jalan kaki jauh, akhirnya membesarkan AC kendaraan. Mau diganti? hehe, gak ada yang nggantiin bro..

Sejurus kemudian kami sudah masuk kembali jalur ke Ungaran-Semarang yang padat. Syukurlah, kami tidak melalui jalur ini disaat buyaran pulang pabrik. What the traffic jam!!!.

Gunung Pati


Jam 16.00, belok kiri menuju jalur Unes menuju Mijen-Gunungpati-Boja. Pengalaman pertama menjelajah daerah ini, dengan jalurnya yang mirip Pujon,Batu saya meliuk-liukkan kendaraan. Mendaki bukit dan menuruni jalanan, di beberapa titik sempat terhambat dan harus menjaga jarak dengan truk pengangkut batu yang berjalan mermbat mendaki bukit.

Kesigapan dan kewaspadaan harus selalu dijaga, karena jalur ini ramai sekali dengan sepeda motor, jelaslah berbeda dengan jalur menuju Batu, ini kota besar beda dengan kota sedang.

Boja


Walau telah sore atau jam 17.17, kami sempatkan menyelesaikan pekerjaan. Alhamdulillah, cukup 30an menit kami di Ngabean, Boja dan kamipun harus kembali ke arah Rawa Pening.

Melintasi jalur Gunungpati-Mijen disaat sore jelas lebih ramai daripada saat kita berangkat tadi. Alhamdulillah adzan maghrib sudah menyapa, namun saya tetep laju untuk mencari rumah makan yang sesuai pilihan.

Alhamdulillah, 18.55 WIB kami sampai di Rumah makan Aneka Sari jl.Raya Ungaran. Kami memesan rica ayam, ca caisim, ca kangkung udang, dan masing-masing memesan minimal 2 gelas es sesuai selera masing-masing.. sikattttt…

Setelah selesai makan berbuka, kami berpisah. Pak Is, petani Rawa pening yang menemani kami tadi, pulang dengan Bus, kami melanjutkan perjalanan ke Semarang untuk mencari penginapan. Syukurlah, masih dapat tempat di Hotel Elizabeth langganan saya.

Setelah mandi, dan taraweh, kami melanjutkan jalan-jalan malam menikmati kota Semarang. Di seputaran Simpang lima kami duduk-duduk menikmati udara malam dan lalu lalang kendaraan. Kami tidak menyempatkan main ke Lawang Sewu karena waktunya sudah malam.

Next : Memuaskan diri, mengekplore Rawa Pening.

This entry was posted in adventure and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to DR : Meliuk-liuk di Gunung Pati dan Boja, Part-2 Day-1

  1. Aa Ikhwan says:

    touring nan ajib😀..

    Like

  2. wah, enaknyo bisa jalan2 terus…

    Like

  3. gesang86 says:

    Justru LAWANG SEWU serunya kalau pas malam dong,kang….😀

    Like

  4. Maskur says:

    wah wong stihok iki tutrang turing ae..
    wah enak tenan…..lek aku angel ijine mbek bojo

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s