DR : Semarang-Jepara. Menikmati pantai PLTU Jepara, Edisi 4


Hari telah berganti. Setelah Sarapan dan Check out dari Hotel, jam 8.00 WIB meluncur ke arah Surabaya, next destination Jepara. Meluncur dari Banyumanik, menuju kembali ke Simpang Lima. Suasana pagi itu lumayan rame, tapi tak serame dahulu tahun 2008 dan 2009. Dulu ketika travelling di kota Atlas ini menjelang hari raya, saya pernah terjebak kemacetan.

Keluar Semarang mengikuti papan penunjuk jalan, ketemu daerah kota Tua.. Wah, jadi keingetan dulu tahun 2009an, lewat kota tua ini pas jam 12 malam. Serasa uji nyali, karena rata-rata bangunannya bangunan tua. Lanjut ke arah Demak. Terlihat disekitaran Tanjung Mas saat itu sedang banjir rob/banjir air laut.

Perjalanan Semarang Demak terasa sangat lancar. Jalan yang dahulu tahun 2008-2009 dibeton, kini telah selesai. (ah.. jadi inget relasi lama, saya lupa siapa nama kontraktornya). Masuk Demak, arah laju kendaraan tidak dilewatkan bypass, namun lurus ke kota. Wholaaa..ketemu Masjid Demak. Alhamdulillah..namun karena perjalanan kita masih jauh, acara mampir ke Masjid Demak diundur nanti sore saja.

Keluar dari Masjid, kita disuguhi jalanan yang hancurrrrrr. Pasar yang kumuh, jalanan yang berlubang segede gaban, bus kota dan truk yang lewat semakin menambah crowded perjalanan pagi itu.

Setelah Belok kiri ke arah Mijen dan tembus lagi arah Jepara. Mencoba jalur alternatif via Badealit. Jalanannya sempit, menyusuri perbukitan, berkelok-kelok namun aspalnya mulus. Sembari mencari arah ke Bangsri.

Jam 9.57 WIB. Weladalah, ternyata kesasar sampai ke Kota Jepara, maksudnya kita tadi biar lewat jalan tembus biar gak memutar. Haishh, ya wes ra popo. Akhirnya dengan kesasar ini, jadi tahu tugunya ibu Kartini dan Alun-alun Jepara. dan di daerah sebelum kota kita bisa tahu sentra Ukiran Jepara yang terkenal.

Dan akhirnya, jam 10.56 wib, kita sampai di Bangsri. Sempet makan siang di warung depan SPBU. Dan sempet juga masuk jalan yang Verbodden..

Kita menuju areal-areal di sekitar Bangsri, sekitar Tahunan dan Banjaran. Suasana di Banjaran lumayan seger karena masih perbukitan. Ada gemericik air sungai yang jernih, yang katanya sore hari banyak gadis desa yang mandi di sungai.:mrgreen:

Sedangkan di Tubanan, saya bisa menikmati udara panas khas pesisir. Dan dari kejauhan terlihat cerobong dari PLTU Jepara. Kita niatnya mau mencari ikan bakar.. lha kok gak ada warung.

Jam 14.22 perjalanan dilanjutkan ke Solo via Demak. Nantikan cerita di Masjid Demak dan Driving Repot Jepara-Demak-semarang-Boyolali-Solo. cusssssss…

This entry was posted in adventure, Jepara and tagged , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to DR : Semarang-Jepara. Menikmati pantai PLTU Jepara, Edisi 4

  1. malah jadi inget th 2000.. netap di jepara 5bln..
    ngemeng2, badealit apa batealit om?😀

    Like

  2. galah pengering says:

    walah, Bangsri kan rumah saya. kalo sebelumnya ngomong mau ke Jepara dengan senang hati akan saya kawal nyari emak-emak yang mandi di sungai:mrgreen:

    Like

  3. Anonymous says:

    acara apa ke bangsri

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s