DR : Rawa Pening Lanjut Semarang, Tak lupa menikmati Lawang Sewu dikala Malam, Edisi 2


Perjalanan telah sampai ke tujuan, yaitu Danau Rawa Pening. Belok kiri setelah jembatan, kita akan memasuki wilayah Kecamatan Bawen. Lokasinya berada di balik perkebunan Banaran yang terkenal dengan produk kopinya dan Cafe Banarannya.

Memasuki desa Rawa Pening terlihat beberapa bapak yang dengan ekstra kerasnya bekerja mengangkat pasir/limbah keluaran dari rawa pening. Menurut informasi, limbah yang berupa pasir ini akan digunakan untuk pupuk. Berarti pasir tersebut merupakan tanah hasil dekomposisi bahan organik.

Sebelum putar-putar lokasi, sholat dan makan roti bekal dulu. Maklumlah udah telat jauh dari jam makan siang. Di area yang terbuka, terlihat hamparan lahan persawahan yang luas di sekitar rawa pening. Juga terlihat deretan pegunungan daerah Salatiga, kalau tidak salah Pegunungan Telomoyo.CMIIW.

Di kejauhan sebelah barat terlihat sebuah jembatan panjang, proyek Jalan arteri, yang denger-denger ada satu titik yang jembatannya geser sendiri. Mistis atau teknis?? wallahu’alam. Dan disebelah utaranya terlihat deretan tanaman kopi yang menyelimuti bukit, dimana baliknya adalah Kafe Banaran yang terkenal itu.

Perjalanan dilanjut ke Kecamatan Banyubiru, yang kalau tidak salah masuk wilayah Ambarawa. Kamipun menyusuri jalan arteri baru ambarawa yang saat itu baru diaspal. Disebelah utara tempat kami berhenti, terlihat bangunan militer tua. ada yang tahu pastinya?, klo yang saya dengar konon kabarnya, bangunan tersebut adalah penjara militer.

Setelah selesai, kami yang di masjid tadi bertemu rombongan lain dari Kediri yang berangkat lebih awal, akhirnya memisahkan diri. Kamipun melanjutkan perjalanan ke arah Semarang via Ambarawa.

Laparrrr..Akhirnya sekitar jam 16.49 kami mampir di Warung Sate Tongseng di daerah Gondoriyo. 2 piring nasi sudah ludes, saatnya lanjut ke Semarang. Sopirnya ganti, si bos yang bawa…

Memasuki Ambarawa, sekitar pukul 17.06wib, jalanan masih belum begitu gelap. Sayang, terhambat macet di depan pasar Ambarawa. Biasa…

Dan saat adzan maghrib berkumandang, kami sudah memasuki pertigaan Banyumanik. Sempet kesasar ke arah Surabaya. Wah kumaha bos? hihihi. Mau telpon bro Lingga, hpnya gak aktif. Mau tlp mas Jahe sigit nomer’e ra onok, akhirnya telpon saudara lama bro Obie FU-125 dan diarahkan via temen dia yang asli Semarang.

Kami menginap di Hotel Elizabeth. Dan, setelah mandi dan bebenah. Kamipun berniat jalan-jalan malam, menikmati kota Semarang. Salah satunya ke Lawang Sewu..

Bagaimana suasana Singpang Tugu Muda dan Lawang Sewu, lanjut ke artikel berikutnya ya…

Salam mider alias halan-halan sambil icip-icip kuliner.. cuusssss

This entry was posted in adventure and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to DR : Rawa Pening Lanjut Semarang, Tak lupa menikmati Lawang Sewu dikala Malam, Edisi 2

  1. fireblade says:

    wah, blog menarik nih..lagian ada ciri khasnya yaitu touring/ trip report..

    Like

  2. jahe says:

    wkwkwk GPSnya kok ga dibawa…???? kesasar tuh nambah pengalaman..

    Like

  3. raiderobie says:

    ak ae sering nyasar pdhl berbulan2 d kono…. parah akut lek masalah jalan… makanya i love my gps very much… hehehe

    Like

  4. deky says:

    gud reportase, heheh,, aku jg asli kediri, tp skrg di bandar lampung,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s