Jalan Siang ke Areal Persawahan


Pengen’e jalan-jalan ke Malang menyelesaikan kasus battery hp yang abal-abal, tapi karena kondisi fisik tidak memungkinkan akhirnya ditunda. Untuk menghilangkan kejenuhan ya wes muter-muter di seputaran Kediri saja.

Perjalanan dimulai siang hari setelah menyelesaikan dulu tanggungan pekerjaan di kantor dan sarapan di kantin. Gas diplintir pelan-pelan, si Pio berjalan sekitar 60-80 kpj saja. Menyusuri jalanan desa Sidorejo yang panas, kecepatan 60 kpj membuat mata agak ngantuk. Dari roda si pio terdengar suara gesekan yang agak mengganggu. Motor sy tepikan, cek beberapa titik yang kira-kira terjadi gesekan. Sekitar 5 menitan check, ternyata tak ditemukan.

Perjalanan dilanjutkan saja ke arah Gurah via situs Tondowongso. Muter ke desa Gempolan mau katemu petani sy yang dulu, karena belum jodoh akhirnya tidak ketemu.

Perjalanan dilanjut ke arah pabrik gudang garam, panas menyengat tak menyurutkan niat saya untuk terus melanjutkan perjalanan singkat jalan-jalan siang hari. Karena agak tidak repot, perjalanan ke beberapa areal saya padukan dengan sekalian mencari rumah. Beberapa gang kecil saya masukin. Suara berisik si Pio yang mtak sehalus motor bebek atau Ninja 250 yang standart sempet membuat beberapa orang melirik. Sungkan nih.. Belok kanan-kiri tak saya pikirkan, pokok’e tetep jalan mencari jalan keluar kembali ke jalan raya, sinambi melirik-lirik kalau ada rumah dijual.

Tembus jalan raya, perjalanan diarahkan menuju ke arah Banyakan. Di areal sekitar gunung Klothok ini kembali saya susur dengan Pio. Sy sempatkan mampir sebentar, berteduh di bawah pepohonan. Semilir sejuk angin dar gunung Klothok membelai wajah, melepaskan rasa panas.

Okey, lanjut. Pio saya arahkan ke daerah perumahan Dermo, selain melihat areal persawahan, saya juga berkepentingan mencari rumah seperti yang diceritakan diatas. Menyusuri tiap blok dari perumahan dengan kecepatan rendah, gigi 1-2 dan kecepatan 20-40kpj dan banyaknya polisi tidur, membuat tangan kiri saya semakin capek. Ya beginilah resiko motor sport dengan torsi besar.

Jam, 14.30an, sy sudah tiba kembali di rumah. Setelah memarkirkan kendaraan di emper dan mengunci pintu pagar, sy langsung ambil air es di kulkas. segaaarrrnyaaaa..:mrgreen: Perjalanan siang hari di tengah panas terik yang melelahkan namun menyenangkan. Dan sampai saat ini, masih terpendam asa untuk mewujudkan mimpi Touring ke Bali dan mataram. Namun, “ijin khusus” dari istri belum juga keluar. Mungkin, perjalanan ke Malang untuk urusan bateray akan sedikit mengobati rindu akan touring menikmati keindahan alam Indonesia.

This entry was posted in adventure. Bookmark the permalink.

9 Responses to Jalan Siang ke Areal Persawahan

  1. Aa Ikhwan says:

    ajiib green😀

    Like

  2. fawaizzah says:

    Kediri?
    Hehehe…

    Like

  3. galah pengering says:

    memang menyejukkan jalan-jalan dipedesaan. saya juga punya jalan kayak gitu, dan aspalnya sudah hot mix mulus, silahkan diintip di sini
    http://kristalkuning.wordpress.com/2011/08/21/terserah-imajinasimu/

    Like

  4. yogieza says:

    berisik mana sama suara knalpot standar satria fu?
    jalannya sempit,papasan mobil mepet tuh qiqi😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s