Motor Sport Ribet?? Dibiasakan saja


Enaknya kalau jadi orang yang punya (dalam hal motor/mobil). Mau ngelibas track lumpur bisa pake motor trail, mau ke pasar atau jarak dekat bisa pake moped/skutik, mau touring jauh bisa pake motor sport/moge, mau gak kehujanan ya bawa mobil sendiri, bla bla bla.. gak mau macet ya bawa motor, gak pake mobil. Seringkali keinginan seperti itu muncul, begitu pula bagi saya. Wajarlah dulur, karena kita memang manusia yang mempunyai nafsu dan keinginan. Lah kalau punyanya satu jenis motor/moda transport gimana? baik itu bebek, matic atau sport atau bahkan moge? ya disyukuri dong.

Saat kecil saya berharap punya motor sport laki 4 tak bermerek Yamaha, padahal waktu itu tahun 80’an, jaman jayanya motor 2 tak, motor 4 tak yg ada adalah Honda Astrea 800 dan Kawasaki. Setelah bekerja, alangkah senangnya punya Scorpio ini. “Dream come true” bahasa Madiunnya,wekekek. Dan aksi memperindah motorpun dilakukan biar kelihatan keren. Seiring waktu, kebutuhan keluarga menjadi prioritas tidak seperti waktu bujang. Selain box hilang, velg kembali standart, si Pio sekarang harus menanggung jadi motor segala bisa, bukan motor touring lagi.
Touring @ Bromo

Motor sport atau motor berkopling adalah salah satu motor yang agak ribet buat bawa barang. Klo punyanya motor jenis ini gimana? Ya dibiasakan atau berlatih ribet.
Suasana Pasar Setono Betek kediri di malam hari

Mau bawa belanjaan hayuk…
Belanja
Mau angkut-angkut barang, monggo..
angkut-angkut barang??
mau pakai buat kerja (di sawah) tarikkk..

Sorry bro, artikelnya agak curhat. Tapi curhatan untuk mengajak kita mensyukuri apa yang kita punya. Kalau dianggap bawa barang banyak seperti diatas nggak safety dan mau dicaci monggo. Ora urus.. Punya saya ya itu.
#Artikel ini ditulis sambil menyiapkan segala sesuatunya untuk mbolang ke Bondowoso dan Situbondo minggu depan.

This entry was posted in humaniora. Bookmark the permalink.

21 Responses to Motor Sport Ribet?? Dibiasakan saja

  1. triclaksono says:

    hard worker🙂

    Like

  2. gakkreatip says:

    asek-asik…..

    Like

  3. tombiez says:

    apapun kondisi n kebutuhanya, tetep love scorpio
    hehehe

    Like

  4. nanared says:

    ngangkut barang di tangki?????
    *ampuuunnn,saya masih sayang catnya,mending sitopan bebek binalku yang maju :mrgreen
    sport ribet hanya saat macet,
    numpang nitip jemuran bro
    http://nanared.wordpress.com/2012/04/01/review-tunggangan-tergolong-pengiklanan-atpm/

    Like

  5. phantomxy says:

    disinyalir terkait komentar di fb, kwkwkwkwkwk

    Like

  6. opanowski says:

    jadi inget diri sendiri, mirip kejadiannya ma ane bro, cuman ane pake pulsar 180dtsi 2007, kebayang ja repotnya kalau bawa barang… cuman kalo ditanki ane jarang kecuali terpaksa… hehe..

    Like

  7. lexyleksono says:

    Mantaap..! Setuju mas kita mesti selalu mensyukuri yg kita miliki dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

    Like

  8. Klangon says:

    Asal jangan mengganggu pengendalian terutama cantelan-cantelan di stang dan barang-barang di tangki, berbahaya.

    Like

  9. Gogo says:

    joss.. kt pepatah bener. biasakan saja dari pada repot dipelajari..

    Like

  10. Mas Wiro says:

    Waduuuhhhhh…
    Ati² paklik🙂

    Like

  11. yogieza says:

    ga bisa losstang/lepas tangan kiri kecuali motor kawasaki ksr non manual clutch qiqi🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s