Nyala atau Denda/Tilang


Brother, seperti yang sudah diketahui. Per November 2010 ini, pihak Kepolisian/Polantas akan menindak tegas para pengendara sepeda motor yang tidak menyalakan Lampu utama/ Main beam baik pada siang terlebih lagi malam hari.

Sosialisasi akan Safety Riding, yang salah satunya menyalakan lampu utama pada siang hari sudah dimulai beberapa tahun yang lalu. Tanggal 14 Agustus 2007, ketika saya masih di Jawa Pos Radar Malang, dicanangkan sosialisasi Responsible Riding di halaman MaPolresta Malang oleh Kapolwil Malang. Responsible Riding adalah sebagai tingkatan kedua atau lanjutan dari Profram Safety Riding, yang mengedepankan respect atau sikap saling menghargai antar sesama pengguna jalan.

Kapolwil Malang mencanangkan Responsible Riding (14/08/07)

Kembali ke kewajiban menyalakan lampu sebagai wujud dari Pasal 293 UULLAJ No. 22 tahun 2009. Nagh, di kota kecil Pare, Kediri yang saya tinggali sekarang. Shock therapy ini sudah berjalan selama hampir 1 bulan. Beberapa minggu yang lalu teman sekantor bilang, bahwa dia habis ditilang karena tidak menyalakan lampu di siang hari. Hal ini juga diperkuat ketika saya melewati razia Polres Kediri di seputaran jl.Lawu, senin kemarin (11/10/10).

Saya sangat mendukung, karena bagaimanapun juga ini sudah menjadi Undang-undang. Selain itu, menyalakan lampu merupakan kebiasaan bagus untuk menghindari adanya kecelakaan. Kendaraan kecil, seperti sepeda motor rawan disepelekan oleh kendaraan lain, terutama yang lebih besar. Dengan adanya lampu yang menyala, bisa menunjukkan eksistensi/keberadaan kita.

Namun, sebaiknya hal tersebut juga perlu disosialisasikan secara menyeluruh. Karena saya masih melihat mbah-mbah/ kakek-nenek yang sudah tua, orang desa dan mungkin orang yang buta akan informasi seperti hal ini masih terjerat Denda dalam razia kemarin. Kasihan khan, mereka terkena denda sebesar Rp.30.000-50.000,- karena ketidaktahuan yang “memang disengaja” oleh pihak Polisi.

Dalam kasus diatas, rakyat yang buta akan informasi hukum dan peraturan, selalu menjadi korban. Polisi seharusnya mengayomi, bukan sengaja menjerumuskan agar mendapat Santapan buat penegakan Hukum. Masih ingat beberapa rekayasa kasus oleh Polri? toh, korbannya adalah masyarakat awam. Saya mencoba bersikap keras, karena sadar, bahwa sebenarnya Polisi adalah berasal dari masyarakat, yang diberi kepercayaan oleh masyarakat menegakkan peraturan. Jika tidak mampu, kenapa rakyat tidak menarik lagi kepercayaan yang telah diberikan?

Jika menilai di beberpa kota di Jatim, Kota Pare Kediri, Trenggalek, Tulungagung terkenal akan Polantasnya yang raja tega terhadap pelanggar lantas, apalagi yang ber-Plat Nopol luar kota. Bandingkan dengan kota Malang dan Surabaya, mereka tegas mengingatkan pengendara yang salah karena ketidak tahuan, bukan sengaja menjebak.

Semoga, Kepolisian khususnya Polantas mensosialisasikan secara menyeluruh akan hal tersebut/ Safety Riding, dan berani menindak tegas mereka yang bersalah. Tentunya dengan pendekatan sebagai Pengayom Masyarakat.

Sosialisasi Responsible Riding, Malang tahun 2007

This entry was posted in humaniora, kritik, transportasi, Uncategorized, work. Bookmark the permalink.

23 Responses to Nyala atau Denda/Tilang

  1. Maskur® says:

    pertamax
    moga aja konsisten

    Like

  2. Darmawan says:

    wah polis dah berupaya menaikkan citra di masyarakat, ada apa ini? tegas atau tidaknya daerah tergantung kebijakan pimpinannya, beda kepala beda lagi kebijakannya

    Like

  3. cegukan says:

    Kalo yang dtulis di detik malah lucu:
    Polisi bilang: PILIH BOHLAM ATAU NYAWA??
    xi.xi….
    Kayak perampok aja “Pilih harta apa nyawa?”
    h.h.h.h……

    Like

  4. asmarantaka says:

    beuh….nyariduit lagi ujung2nya tuh polkis:mrgreen:

    Like

  5. 3120 aw says:

    semoga

    Like

  6. maRio says:

    wah…udah dilakuin ya…di surabaya masih susah, melanggarnya berjamaah soalnya hehehe

    Like

  7. blognyamitra says:

    Disini masih banyak yg gak pake helm standar dibiarin aja ama polisi….kayaknya sih aturan denda karena gak nyalain lampu hanya bertahan 1 bulan…

    Like

  8. Gusndul says:

    OOT gan… Itu foto buat banner blognya pasti foto di Klemuk ya (Gunung Banyak) Arah Pujon menuju Songgoriti Batu…. Hehe

    Like

  9. Gusndul says:

    hahaha, Sasaji gan…. Mampir ae sam, tp ayas wis g di Pujon maneh. Nyambut gawe nang Mojokerto saiki gan… Nyonya yo nang kene.

    Like

  10. Pingback: Mending Buat Negara daripada Buat Oknum Polisi | Touringrider's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s