Touring ke Gunung Kelud


Dengan berbekal hanya 1 botol air minum ukuran 600ml , kami bertiga meluncur ke Gunung Kelud. Jarak Gunung Kelud tidak begitu jauh, karena kami berangkat dari kantor yang berada di Kec.Plosoklaten, yang berjarak kurang lebih 45km. Saya sebetulnya sudah pernah kesana, namun perjalanan kali ini lebih berkesan dikarenakan naik motor. Mampu nggak sih Si Pio melahap jalur penanjakan? berboncengan lagi.
Mulai memasuki wilayah kecamatan Ngancar. hamparan kebun nanas tersaji di sebelah kanan dan kiri jalan. Kurang lebih perjalanan selama 30 menit kita sampai d Loket pintu masuk. Kita bertiga dengan 2 Motor ditarik Restribusi Rp.18.ooo,-. Saya kurang tahu tentang per tarifnya, karena saya lebih kesengsem sama mbak yang jaga loket.hehehe…

Kita istirahat sejenak, sekaligus mencoba “Misterious Road”. Namun, kita menganalisa lain tentang fenomena anti gravitasi tersebut. Kita coba lirik kemiringan jalan. secara kasat mata terlihat jalan tersebut mendatar, namun mata jeli kita menangkap bahwa jalan tersebut memang miring dengan sudut yang kecil. Sehingga, jelas saja motor yang kita pakai bisa meluncur. (silahkan disanggah jika tidak setuju). CMIIW.

(misterious road)

Kita sempatkan juga mengambil beberapa foto di beberapa tempat, biasalah. :b
Setelah membayar Rp.2.000 untuk restribusi parkir, kita langsung menuju Tunnel/terowongan. terowongan tersebut gelap. Kita hanya bisa melihat seberkas cahaya dari ujung. Konon, terowongan yang menembus Puncak Gunung Gajah Wungkur tersebut dibangun pada tahun 1940 oleh Jepang. Namun, ada sumber lain yang menyebutkan dibangun 1951 dan berfungsi sebagai jalan pembuangan lahar.

Ada sesuatu yang saya yakin tidak banyak orang tahu. Bahwa di tengah-tengah terowongan sepanjang 1 Km ini, di sebelah kiri jika kita masuk, ada sebuah lorong berpintu yang menuju entah kemana. Lorong tersebut sangat panjang dan jauh menembus kedalam tubuh gunung. Begidik kita bertiga melihatnya. (ada yang tahu enggak tentang terowongan tambahan ini?)

(japan tunnel)

Hampir copot nih kaki menanjak 504 anak tangga (kita hitung bersama2 loh)untuk sampai di puncak atau Gardu Pandang anak Gunung Kelud. Dari puncak terlihat pemandangan yang indah dan lepas ke segala arah. Subhanallah… Maha besar engkau Ya Allah. Indah sekali pemandangan dari atas. Apalagi jika menikmati tebing terjal di sebelah selatan kawah yang terlihat begitu indah, laksana tempat bertapanya si kera sakti Sun Go Kong (hahahahahhhaa….)

(tebing sun go kong)

Kita memaksakan diri untuk turun dari gardu pandang, karena sudah mulai turun hujan, kabut tebal dan angin kencang = badai. Hanya semangat ingin mencari semangkuk Mie rebus telor yang maknyosslah yang membuat kaki yang masih lelah ini ,tetap mampu dipaksakan melangkah turun.

Nikmatnya, segelas Joshua menemani lahapan Mie telur rebus, tahu goreng dan kerupuk. Tak lupa cabe utuh 2 butir masuk perut. Keringat mengucur deras. Hangat dan Nikmat.
Akhirnya, acara uklam-uklam alias jalan-jalan harus kita sudahi karena hari menjelang sore. Sedikit info, bahwa gerbang Gunung Kelud ditutup dan dikunci rapat/ digembok pada pukul 17.00. Sehingga kunjungan ke anak Gunung kelud dibatasi dari jam 08.00-16.00.

(gerbang yg berjarak 2.5 Km dari pusat kawah/ anak Gunung Kelud)

masih ada lokasi wisata laindalam 1 komplek anak Gunung Kelud ini :

Berikutbeberapa Link yang bisa menambah informasi tentang Anak Gunung Kelud.

http://wisatakediri.indonesiatravel.biz/paket-wisata/fenomena-munculnya-anak-gunung-kelud/
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/31320/anak-gunung-kelud-fenomena-keajaiban-alam

This entry was posted in adventure, scorpio. Bookmark the permalink.

18 Responses to Touring ke Gunung Kelud

  1. blog e obie says:

    kapan2 ikut mas.. tp raiderku gak kuat iki keliatannya.. lek pio mah eces ae…misterious road itu dulu pernah diulas di tv mas.. diukur2 kemiringannya.. trus menggelindingkan botol akua lumayan kenceng jg

    Like

  2. ayo melu obie.. tak tunggu.

    Like

  3. asik juga bro touringnya, ngomong2 sampean tinggal dimana?

    Like

  4. @bro a seen : saya domisili di Kediri mas.

    Like

  5. blade_us says:

    weehhh………
    wes tau nang kelud ta?:mrgreen:πŸ˜›

    Like

  6. pati says:

    asw….emang saya juga berfikir seperti itu, tapi menurut p sanaji, sang driver, emang ada daya tarik yg beda kalo jalan agak miring…
    kt org dinas pariwisata: ada 8 tunnel…jadi emang bener yg kamu bilang ada terowongan dalam terowongan?…saya didampingi org dinas pariwisata, dan saya banyak tanya lah…

    Like

  7. Nurul says:

    thxs infonya..
    sweet memory..

    Like

  8. mas, mau tanya. kalo naik motor bebek (suzuki smash) sendirian kuat gak ya naik sampai kelud..??
    rencana pertengahan oktober mau ke kelud nih, mumpung di jawa timur

    suwonπŸ™‚

    Like

  9. Pingback: Short Trip ke Gunung Kelud | Catatan perjalanan Touringrider

  10. waaah.. pengen… soale saya ndak tau ke sanaaa.
    rencana kita mau ke Gunung Kelud minggu depan.
    smoga perjalanan menyanangkan yaaaa.

    Like

  11. elrob says:

    Kalo naik bis pariwisata pergi rombongan, bis bisa berhenti sampai lokasi mana? Thx infonya,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s