Selonong Boy and Girl


Saya lebih suka memilih jalur alternatif untuk mempersingkat jarak dan waktu. Namun terkadang jalan pintas/ jalur alternatif tersebut membuat kita malah semakin lama. Salah satunya diakibatkan oleh banyaknya “selonong boy or selonong girl”.

Seringkali kendaraan yang ada di depan kita memotong jalan. Beruntung jika kita bisa kita menghindar jika tidak?? wah, berabe.. Biasanya di desa/kampung para pengendara “kebanyakan sepeda/sepeda motor main selonong ajah.
Perilaku mereka antara lain : Mau belok nggak mau sein/ ancang-ancang. Mau berhenti juga nggak kasih kode, maen rem saja, apalagi kalau lampu remnya mati. Menyalip secara langsung kemudian memotong. dan lain sebagainya. Perilaku yang membuat kita dongkol..
*”anjrit tuh orang, main potong aja jalur gw..”

Bukan mendiskreditkan segelintir kalangan, akan tetapi biasanya hal-hal seperti ini terjadi pada orang desa, orang yg baru bisa naek kendaraan, bapak-bapak atau ibu-ibu yang sudah tua, anak sekolah dan (maaf) mereka yang berpendidikan rendah.

Dengan DP Rp.0,- siapa saja bisa dengan mudah membawa pulang motor idaman. Nah, klo sudah tahu tentang Safety Riding sih nggak masalah. Klo belum bisa sama sekali, latihan nyetirnya/ngendarai langsung di jalan rame lagi. Bisa membunuh pengendara lain neh.

Salah satu cara mengurangi dosa akibat mengumpat pengendara “selonong ” adalah dengan mengkampanyekan safety riding, tidak hanya di tingkat Klub, media massa atau forum saja. Akan tetapi lebih efektif jika dilakukan oleh pihak dealer sejak pertama kali si Pembeli membawa pulang motornya.*foto ketika kampanye responsible riding di depan Mapolres Malang juni 2009

Tidak semua lapisan pengendara kendaraan bermotor/ masyarakat bisa dan biasa mengakses media massa/ event. Semoga kita bisa menularkan Safety Riding kepada keluarga kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita terlebih dahulu. Demi keamanan.. Ya enggak..
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Selonong Boy and Girl

  1. kalau jalur alternatif blitar – malang bisa lewat kanigoro.. tp memang banyak selonong boy nya.. hehe

    Like

  2. sering lewat situ ya mas?? kapan2 tak cobanya. saya 3x ke kanigoro, waktu itu ngecek tanaman jagung, but naek mobil kantor. so kurang bisa menikmati suasana disana. blitar kota yang okey banget.. ayem tentrem.

    Like

  3. Dearudiawn says:

    kau dn aku sma saja bung manusia

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s