Rain Touring (again)


Malang bukanlah tempat yang asing. Berkali-kali saya jalani touring kesana , karena Malang adalah hometown kedua setelah Madiun.

Siang itu lumayan terang, setelah preparing ransel, Scorpio langsung unjuk gigi meluncur dari Pare. Jalur Kediri-Malang untuk musim hujan seperti sekarang memang rawan longsor. Saya menemui 4 titik longsor, untuk lokasinya saya memang tidak hafal namanya, walau sudah 10 tahunan wira-wiri.

Di daerah sebelum Pemandian Dewi Sri Pujon saya berhasil mengambil gambar perilaku sebagian masyarakat kita yang masih belum sadar akan Safety Riding..
mengemudi tanpa helm ( Diambil dr kamera HP :p.. g safety jg buat saya)
mereka sekeluarga, tanpa helm semua.. nah, dijalur ini sering ditemui masyarakat sekitar yang tidak memakai helm. Meskipun berkali-kali sering ada razia, kayaknya perilaku tersebut sulit diubah.

Perjalanan memang lebih lama sekitar 30 menit, karena terjebak beberapa kali kemacetan di lokasi longsor dan sejuknya udara pegunungan membuat konsentrasi agak menurun. Jalur Pare (kediri)- malang biasanya bisa ditempuh selama 1,5 jam dengan motor.

Mumpung sudah 2 minggu tidak pulang Malang. Saya dan teman-teman berencana jalan-jalan. Puas bermain di BNS (Batu night spectacular) kami meluncur menikmati Nasi ceker di depan Carrefour A.Yani malang (dulu Alfamart). Sempat mampir sebentar di depan kampus UMM, karena teman saya janjian ketemuan dengan sesama penghobis Scooter.

Warung yang terletak di depan Carrefour atau seberang Telkom Malang, memang buka malam hari. Menu nasi ceker, sayap, sayur lodeh dan ampela ati menggugah selera warga Malang. buktinya semakin malam semakin ramai saja warung tersebut.

Kami berlima berniat melihat geliat bro bikers dari kota Malang pada malam itu. Sayang, karena cuaca hujan, kami cuma melihat ada 5 motor Bro Scooter di depan Museum Brawijaya dan yang lumayan ramai adalah bro Tiger di dekat Pesawat jalan Soekarno Hatta. Lainnya mungkin lagi Tiarap..hahaha…

Keesokan harinya, setelah menyelesaikan segala sesuatu urusan di kota tersebut. Saya bersama 4 teman lainnya meluncur kembali ke Pare. Bro Didik dan Arifin dengan Satria FU nya, bro Imam dengan Supra nya, Bro Yusron dengan Supra fitnya, dan bro fajar dan Aam dengan Mega Pro merahnya. Walaupun hujan, kami ber8 tetap meluncur menerobos jalur Pujon- Ngantang-Kasembon. Tips-tips touring saat hujan pun terpraktekkan (link ini)

Cuaca gelap menambah kewaspadaan saya, hampir ada insiden kecil dengan bro Arifin. Dia hampir tertabrak truk pengangkut Susu karena terlalu memaksakan memotong jalan (yach namanya juga bro Arifin si rider jarang touring keluar kota :p) safety Firs bro..

Walaupun kami sedikit agak ngebut.Alhamdulillah.. Kami semua selamat sampai di Pare pada pukul 7.30an. Kami sempatkan sejenak mampir ke warung tahu telor Mbak Ni , karena hujan membuat kita semakin lapar.

Sebenarnya selama perjalanan saya ingin mencoba GPS baru, sayang karena belum ada “pad” yang kuat di ster motor, saya takut jatuh.

sedikit info : Hari Kamis sebelumnya di jalur tersebut, terjadi perampokan Mobil. lihat berita selengkapnya disini.

This entry was posted in adventure. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s