Satu Desa Satu Penyuluh Pertanian, Bullshit!!!



Mulai tahun 2007, pemerintah melalui Dinas Pertanian mengangkat THL PPL (tenaga Harian Lepas Penyuluh pertanian lapang). Banyak hasil positif didapat dari program tersebut,terutama adalah tercapainya swasembada beras pada tahun 2008. Setelah beberapa dekade Indonesia mengimport beras, akhirnya masa tahun 1984 dapat tercapai kembali.

Keberhasilan Anton Apriyanto dalam memimpin Deptan membuka angin segar bagi pembukaan kembali Penerimaan Tenaga THL pada tahun-tahun berikutnya. Hal tersebut guna memenuhi Program Satu Desa, satu Penyuluh pertanian.

Efektifkah???

Selama ini saya sering sekali dan memang harus bersinggungan dengan PPL. Sebagai pengembang areal kerjasama antara perusahaan dengan petani, PPL lah jalan yang memang kita tempuh. Akan tetapi bukan PNS namanya jika tidak adabanyak minusnya.

1. Staf kantor baru ada jam 11 siang, memang bisa dimengerti karena mereka orang lapang. Jadi saya seringkali harus jalan-jalan dahulu ataupun nyantai dahulu di hotel sebelum bisa ketemu mereka.
2.Uang.. uang… dan uang…, TIDAK SEMUA,tetapi kebanyakanmereka selalu beranggapan bahwa bila ada proyek pasti ada uang. Padahal, di swasta kita harus banting tulang dahulu sebelum bisagajian. HARUS mau MENANAM DULU SEBELUM BISA MEMANEN.
Kita pun tak menutup mata atas keringat mereka, tapi “Buktikan dulu dong kerjanya!!!”
3.Seringkali informasi tak tersampaikan ke petani. Berkali-kali kita harus turun sendiri ke poetani agar mereka sekedar mendengar informasi tentang teknologi baru. Ini terbukti pada saat saya sharing dengan petani, banyak petani loh…
4.Ke kantor hanya untuk duduk-duduk, ngopi, baca koran. Walah………
5. Berusaha menghambat kerja kita (ancaman, kata kasar), jika tak ada upeti (asem!!!)

So???
Swadembada sih iya tapi “Mental” aparaturnya juga diperbaiki donk!!!!!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 Responses to Satu Desa Satu Penyuluh Pertanian, Bullshit!!!

  1. Falent says:

    arogansi terkadang ga dibutuhkan dlm menggali sinergi antar lini dlm bangsa ini, anda cukup cerdas dlm berbagai materi yg anda paparkan, namun tak cukup bijak untuk mensikapi kemelut yg terjadi dalam tubuh bangsa ini…

    Like

  2. dee says:

    setuju..apalagi indonesia kan negara agraris..masa beras impor.. pffff..

    Like

  3. rumah lina says:

    wahhh emang nyebelin, mental orang kita harus diperbaiki. Kebayang deh semua sekarang minta uang, padahal sudah digaji tapi masih aja minta tambahan duit. Pernah denger gak ada guru yg muridnya juara dapet hadiah uang minta persenan…. huahhhh rusak nih tatanan

    Like

  4. itulah jika kurangnya piner moral:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s