Pembiayaan Resiko


pembiayaan resiko mengacu pada teknik yang menyediakan pembiayaan kerugian setelah asuransi terjadi. Teknik pembiayaan resiko meliputi :
Retensi
Non insurance Transfer
Asuransi Komersil
Retensi berarti bahwa perusahaan mempertahankan sebagian atau seluruh kerugian yang dapat berakibat bagi kerugian yang diberikan. Retensi dapat berarti aktif atau pasif. Retensi aktif berarti bahwa perusahaan sadar akan kerugian terhadap obyek yang diamati dan rencana untuk mempertahankan sebagian atau seluruh obyek tersebut, contohnya pada kerugian kecelakaan mobil. Retensi pasif adalah kegagalan untuk mengenali kerugian terhadap objek yang diamati atau kegagalan terhadap perbuatan.
Retensi dapat secara efektif digunakan pada suatu program manajemen resiko dibawah kondisi-kondisi seperti berikut ini :
Pertama, tidak ada metode perawatan yang berguna. Penanggung enggan untuk menulis tipe-tipe mengenai jumlah jaminan asuransi atau jumlah jaminan asuransi yang terlalu mahal.
Non insurance Transfer tidak akan tersedia dalam kondisi pertama tersebut walaupun kerugian pencegahan dapat mengurangi frekuensi kerugian karena semua kerugian tidak dapat dihapuskan. Dalam hal ini, retensi merupakan metode yang bersifat sisa, jika exposure tidak dapat ditransfer atau diasuransikan maka harus ditahan.
Kedua, kerugian yang terburuk mungkin tidak berakibat fatal. Contohnya kerugian pada kerusakan mobil.
Retensi dapat secara efektif digunakan untuk klaim ganti rugi para pekerja, kerusakan fisik pada mobil dan kerugian pada shaflifting. Berdasarkan pengalaman yang ada, manajer resiko dapat menarik suatu cakupan dan frekuensi yang ada tentang kerugian yang terjadi dan kebanyakan kerugian tergolong pada cakupan tersebut, maka mereka dapat dianggarkan keluar pendapatan perusahaan.
Menentukan retensi pengukur, jika retensi digunakan oleh manager resiko maka harus ditentukan tingkatan retensi perusahaan mana yang angka kerugiannya dapat digunakan untuk mempertahankan perusaan tersebut. Walaupun sejumlah metode dapat digunakan untuk menentukan tingkatan retensi, namun hanya ada dua metode yang digunakan yaitu :
Pertama, suatu korporasi yang dapat menentukan kerugian apa yang tidak dapat diasuransikan secara maksimum sehingga dapat mempengaruhi pendapatan suatu perusahaan. Retensi maksimum ditentukan pada 5% pendapatan perusahaan tahunan sebelum pajak dari operasi yang sedang berjalan.
Kedua, suatu perusahaan dapat menentukan retensi maksimum sebagai persentase dari modal kerja bersih perusahaan, diantara 1 dan 5 persen. Walaupun metode ini tidak dapat mencerminkan posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan untuk mengurangi kerugian, namun dapat menggambarkan ukuran kemampuan perusahaan untuk membiayai suatu kerugian.

Pembayaran Kerugian
Jika retensi digunakan, manajer resiko harus mempunyai beberapa metode untuk membayar kerugian. Metode tersebut adalah :
Pendapatan netto sekarang, perusahaan dapat membayar kerugian yang tidak ikut serta pendapatan netto sekarang sebagai biaya untuk tahun tersebut.
Cadangan tanpa dana, adalah suatu rekening pembukuan yang dipenuhi secara nyata atau memperkirakan kerugian dari eksposure yang telah ditentukan.
Dana cadangan, adalah pengaturan biaya untuk membayar suatu kerugian. Cadangan yang didanakan tidak digunakan oleh pemberi kerja pribadi. Kontribusi bagi suatu dana cadangan bukan pajak pendapatan yang dapat dikurangi namun kerugian kena pajak yang dapat dikurangi ketika pembayaran.
Batas pemberian kredit, suatu batas pemberian kredit yang dapat dibentuk dengan suatu bank dan meminjam dana untuk membayar kerugian tersebut.
Jaminan penanggung, adalah suatu jaminan yang dimiliki dan yang dibentuk oleh suatu perusahaan yang dipastikan untuk menjamin kepentingan asuransi kerugian dari perusahaan tersebut. Jika jaminan dimiliki oleh satu induk/ badan usaha maka disebut jaminan murni, tetapi jika jaminan dimiliki oleh beberapa induk perusahaan maka disebut jaminan kumpulan.

Asuransi dibentuk untuk beberapa pertimbangan sebagai berikut :
Kesulitan dalam memperoleh asuransi
Perusahaan mungkin mempunyai kesulitan dalam memperoleh jenis asuransi tertentu dari asuransi komersil. Pola ini dibenarkan untuk perusahaan global yang mungkin tidak mampu membeli pemenuhan tertentu dari penanggung/ insurers komersil, mencakup di dalamnya pertanggungan asuransi dan asuransi resiko politis.
Stabilitas penerimaan/ pendapatan yang lebih besar
Suatu penjamin asuransi dapat menyediakan stabilitas penerimaan yang lebih besar, sebab dampak fluktuasi kesempatan yang kurang baik pada pendapatan perusahaan dapat dikurangi.
Akses yang lebih mudah bagi suatu reinsurer
Penjamin asuransi mempunyai akses lebih mudah untuk mengasuransikan kembali, sebab banyak reinsurer akan setuju hanya dengan perusahaan asuransi dan bukan dengan yang diasuransikan.
Kemudahan/ pengurangan pajak dari jaminan
Pada umumnya premi yang dibayar kepada suatu penjamin bukanlah pajak pendapatan yang dapat dikurangi. Premi yang dibayar sama dengan kontribusi dari cadangan Self-Insurance, yang mana pajak pendapatan tersebut tidak dapat dikurangi.

ASURANSI DIRI SENDIRI/ SELF INSURANCE
Istilah self-insurance biasanya digunakan oleh para manajer dalam mengambil resiko untuk menguraikan aspek dari program manajemen resiko mereka.
Self-insurance adalah suatu istilah yang tidak cocok sebab secara teknis hal itu bukan asuransi, dan suatu resiko murni tidaklah ditransfer ke suatu penjamin/ jaminan. Self-insurance adalah suatu format/ bentuk khusus dari retensi yang direncanakan dengan bagian dari semua eksposure kerugian yang ditentukan dan ditahan oleh perusahaan. Self-insurance secara luas digunakan untuk asuransi ganti rugi bagi para pekerja, self-insurance juga digunakan oleh pemberi kerja untuk menyediakan kelompok kesehatan yang bermanfaat bagi karyawan. Perusahaan seringkali mengasuransikan sendiri keuntungan asuransi kesehatan karena dapat menghemat uang dan biaya kesehatan dapat dikendalikan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s