“Wah, kayaknya kalau hiking ke gunung itu keren mas!!” itulah yang saya ucapkan ke mas Trisman, mandor yang mengurusi lahan perkebunan Rangkah Sepawon. Beliau kemudian menimpali secara panjang lebar tentang ke-wingitan beberapa titik di daerah itu. Berikut cerita adventure riding ke Kebun Rangkah Sepawon stage2 dengan Riding Scorpio.
Terletak di ketinggian sekitar 700-800 dpl, terpagar oleh pegunungan Kelud, Desa Sepawon berada di lereng sebelah utara Gunung Kelud yang fenomenal tersebut. Untuk memasuki daerah sekitar Gunung Kombang ini, kita harus melewati beberapa pos keamanan, maklum daerah yang saya kunjungi ini adalah lahannya PTPN X.

Gunung Kombang di ujung sana.. masih banyak monyet dan aman untuk didaki, yang penting jangan bukit di sebelah kanannya.. Wingit bro.
Konon, di Gunung Kombang yang menjadi background foto Scorpio diatas masih banyak terdapat monyet liar. Walau terlihat rata, namun jika ke atas sana maka kita akan dihadapkan rumput ilalang dan semak setinggi orang dewasa.
mas Trisman bercerita bahwa dia sering kesana, namun cerita terserunya adalah ketika naik ke Gunung Kombang pada jam 23.00 malam, dia merasa diawasi oleh beberapa sosok makhluk tinggi,ya mirip raksasa namun setelah ditunggu lama, lelembut tersebut tidak muncul. setelah melanjutkan perjalanannya makhluk tersebut kembali muncul, dan kembali harus berhenti karena takut. Setelah hampir 30 menit ditunggu dengan perasaan cemas dan wani cacak kalah cacak lelembut tersebut tidak muncul, hanya terlihat mengintip dari balik pohon, ya wes akhirnya perjalanan dilanjut.
Sedangkan bukit di sebelah selatan yang keliatan menjulang di selatan sangat dianjurkan untuk tidak kesana, karena sering terlihat penampakan genderuwo oleh masyarakat sekitar. Konon katanya disitu ada istana lelembut. wallahu ‘alam..
Sedangkan di sebelah utara lahan yang sedang dikunjungi ini ada pohon mahoni yang dihuni oleh kuntil anak. Ketika saya berniat melibas melewati jalan tembus situ, disarankan oleh beberapa pekerja perkebunan agar melewati jalan yang biasanya saja, ditakutkan terjadi apa-apa. manut… daripada ketemu cewek cantik ketawa di atas pohon..hiiii..

Oh ya, bagi anda yang suka hunting ular sanca, di sebelah kebun ini ada rimbunan pohon bambu yang melingkupi sungai curam, dan sering terlihat ular sanca sebesar paha orang dewasa berkeliaran.
Lepas dari cerita seram dan agak mistis di atas, perjalanan menanjak dengan scorpio pas di kebun kopi tak seperti naik Tiger kemaren, Pio sempat mati karena loss power, RPM terlalu rendah (sekitar 2000rpm) sehingga erjalan tersendat dan akhirnya mati. Beda dengan naik tiger kemarin yang bisa dengan RPM kecil.

Memilah jalur disini harus jeli, jika ragu baiknya tidak usah dilewati. Hampir saja saya melahap jurang sedalam 2 meter dengan lebar hanya 1 meter yang tertutup rerimbunan rumput. letaknya ya di depan tempat si Pio parkir.

Well, rasanya betah dan merasa segar kembali. sayang nih gak bawa bekal…






pertamaxx dulu..
medannya keren.. ganti ban pacul aja bro..
http://magusp.wordpress.com/
Cepetnyaaa…
Sekali offroad susah buat nggak ng-offroad lagi! Nice om
Hehehe… yg penting jgn jatuh
“Scorpio hampiri hunian Lelembut Rangkah Sepawon”
Biar judulnya ga kepanjangan hehehe ………..
Anyway seru tampaknya .. lanjut brooo ….
Hehe.. nice. Usul diterims
Seru trek tanahnya.. scorpionya modif trail, lg mewabah kang..
Standart saja
yudibatang kalah nih
Masih keren mas yudi pak. Beliau bisa lihat. Sy alhamdulillah.. selalu gak liat. Gak ingin..hehe
Lho….., jd gak ketemu lelembut ya mas? mungkin terlalu lembut jd gak kelihatan hehe..
Klo lembutnya kayak Lyra virna pastinya keliatan.hehe
untung artikel’e ga muncul pas malem jum’at ,iso mrinding iki mocone ,hahahahahahahaha
Mboten sah khawatir. Sy gak medeni kok. Qiqiqi